Tampilkan postingan dengan label Tentang Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Gigi. Tampilkan semua postingan

Tips Sebelum Memasang Behel / Kawat Gigi

 Sebelum kita membahas Tips Sebelum Memasang Behel alangkah baiknya kalau anda mengetahui kegunaan memasang behel itu sendiri.. Behel sebenarnya menurut para dokter gigi digunakan untuk merapikan letak dan susunan gigi yang mungkin kurang rapi atau menumpuk yang biasanya sering menimbulkan masalah pada mulut contohnya bau mulut dan kebersihan gigi itu sendiri. Selain itu, behel dapat bermanfaat untuk memperbaiki mekanisme mengunyah, pencernaan, pengucapan dalam bertutur tetapi di Indonesia sekarang lebih sering kita jumpai orang yang memakai behel hanya untuk gaya atau mengikuti tren saja atau menurut istilah saya untuk memperbaiki tampilan wajah agar lebih trendy.. :) 

Padahal sebenarnya memasang behel itu juga ada bahayanya. Bahaya / efek buruk yang muncul setelah memasang behel diantaranya, kawat gigi bisa merusak posisi gigi.Tulang yang memegang gigi akan rusak dan bisa membuat gigi goyang. Hal ini merupakan kerugian besar yang tidak bisa dibayar, karena gigi kalau sudah goyang tidak bisa dicekat lagi.

Perlu anda ketahui juga memasang behel tidak semudah yang anda pikirkan karena memasang behel yang benar memerlukan proses pemeriksaan, foto susunan gigi  dan cetakan gigi pasien untuk mengetahui posisi gigi yang memang betul perlu perbaikan. Perlu diperhatikan memasang behel harus dilakukan oleh ahlinya agar tidak menimbulkan efek samping.

Nah.. Sekarang kita akan bahas tentang Tips Sebelum Memasang Behel.
1. Pakailah Behel karena kebutuhan
Pakailah behel kalau memang anda butuh untuk merapikan atau kesehatan gigi anda, jangan memasang behel karena ingin ikut gaya dan tren karena memasang behel tidak semudah yang anda bayangkan serta bisa memberikan efek buruk untuk gigi anda bila anda tidak memasang behel dengan benar.
2. Dokter Khusus
Pastikan anda memasang behel kepada ahlinya yaitu dokter gigi tertentu yang bisa memasangkan behel yaitu spesialis orthodonti.
3. Jenis Behel / Kawat Gigi
Ada berbagai jenis behel ada yang terbuat dari metal, clear/transparan yang berwarna seperti warna gigi. Untuk clear, bahannya bisa terbuat dari composite, porselin, atau plastik. Atau ada juga behel dengan penahan karet/karet pengikat bracket (kotak yang ditempel di gigi) ini paling disukai oleh kaula muda karena bantalan karetnya bisa berwarna-warni.
4. Efek Behel
Setidaknya ada beberapa efek yang ditimbulkan bila mengenakan behel yakni, rasa sakit ketika pertama kali menggunakan behel. Lubang gigi dan karang gigi akan cepat terjadi karena tidak menyikat menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut. Belum lagi efek pada jariangan lunak, terutama pada gusi bibir dan pipi lebih mudah timbul radang gusi dan sariawan.
5. Wajib Dilakukan Pemakai Behel
Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni, rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi. Serta jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Iris kecil-kecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.

Ada juga hal yang dilarang saat menggunakan behel yaitu melepas atau menyetel kawat gigi karena bisa merubah susunan yang sudah ditetapkan.

Demikian pengetahuan tentang Tips Sebelum Memasang Behel jangan lupa baca Tips Kesehatan yang lainnya agar kita bisa sehat dalam kondisi apapun.

Tips Mengatasi Bau Mulut

Tips Mengatasi Bau Mulut - Bau mulut yang tidak sedap memang sangat mengganggu,membuat kita tidak percaya diri dan minder dengan yang lain.Bau mulut bagi sebagian orang berangapan terjadi karena kurang perawatan,seperti jarang sikat gigi ataupun jarang berkumur-kumur.Namun tidak selamanya penyebab bau mulut karena faktor tersebut,masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan mulut kita berbau tidak sedap.Bisa karena adanya kuman yang menimbulkan bau tidak sedap pada mulut kita,bisa juga karena adanya gigi berlubang yang menimbulkan ciri khas bau yang menyengat. Nah,bagaimana sih cara efektif untuk menghilangkan bau mulut yang tidak sedap? berikut tips-nya. . .



Menyikat gigi dan lidah
Sikatlah gigi dan lidah minimal dua kali sehari untuk menghilangkan sisa makanan di mulut. Bekas makanan akan meninggalkan bakteri yang memicu bau mulut yang kurang sedap.

Bersihkan gigi setelah makan
Selain menyikat gigi, Anda juga perlu mengeluarkan sisa makanan di mulut setalah makan. Hal ini untuk mengurangi gigi berlubang dan mengeluarkan sisa makanan yang menjadi penyebab bau mulut. Gunakan tusuk gigi untuk mengeluarkan makanan. Cara lain mengeluarkan sisa makanan adalah dengan berkumur.

Pastikan mulut selalu basah
Mulut yang kering memicu bakteri berkembang di mulut. Jadi pastikan mulut tetap basah. Jika Anda tidak bisa terus-menerus minum, setidaknya Anda harus menyediakan permen karet. Dengan menguyah permen karet, mulut akan memproduksi air liur, untuk menjaga mulut tetap lembab dan bakteri penyebab bau mulut hilang.

Perhatikan apa yang dimakan
Makanan tertentu seperti bawang bombay atau bawang putih memicu bau mulut yang kurang sedap. Jauhkan juga makanan yang menimbulkan aroma menyengat seperti makan petai dan jengkol. Agar nafas segar, makanlah sayur-sayuran, seperti wortel dan seledri. Paterseli juga dapat dimanfaatkan sebagai penyegar nafas alami. Makan sayur dan buah juga berfungsi untuk merangsang produksi air liur, sehingga Anda terbebas dari bau mulut.

Rawat gigi Anda yang berlubang
Tip di atas mungkin bisa mengurangi bau mulut, tetapi tidak secara langsung mengatasi penyebabnya. Untuk itu, Anda harus mencari penyebab bau mulut dan berkonsultasi dengan dokter gigi Anda. Rawatlah gigi Anda yang rusak. Tamballah lubang gigi Anda. Bila perlu tutuplah sela-sela gigi yang bisa menjadi tempat sisa makanan menumpuk.

Obati infeksi gusi dan gigi
Segera obati gusi Anda yang luka sebelum menjadi infeksi yang parah. Bila perlu cabut gigi Anda yang bermasalah. Yang paling baik memang menyingkirkan sumber masalah bau mulut Anda. Namun demi hasil yang baik, Anda harus meminta jasa perawatan dari ahlinya, yaitu dokter gigi.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak

Tips Kesehatan - Perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dimulai sejak dini, dan masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk itu. Orang tua memegang peranan penting disini karena orang tua secara langsung setiap hari berinteraksi dengan anak dan bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan anak, khususnya kesehatan gigi

Berikut tips dan hal yang patut menjadi perhatian para orang tua :
  • Berikan asupan kalsium yang cukup agar gigi anak anda kuat. Jumlah asupan kalsium yang direkomendasikan untuk anak usia 4-8 tahun adalah sebanyak 800mg. Susu adalah sumber kalsium yang cukup baik untuk anak.
  • Hindari memberikan minuman gula dalam botol (susu botol) kepada bayi atau anak anda. Mengapa? karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan (karies/lubang) gigi, terutama karies di bagian gigi depan anak anda. Jenis kerusakan gigi ini sangat cepat perkembangannya.
  • Sikatlah gigi anak anda, jika mereka belum mampu menyikat gigi mereka sendiri. Lalu ajarlah mereka menyikat gigi, hingga mereka dapat melakukannya sendiri. Awasi, cara mereka menyikat gigi, apakah sudah tepat atau belum.
Sedikit Tips Kesehatan Tentang Menjaga Kesehatan Gigi Anak semoga bermanfaat.. ^_^

Saat-Saat "Terlarang" Menggosok Gigi

Tips Kesehatan - Menyikat gigi merupakan pertahanan nomor satu terhadap masalah gigi. Kegiatan menggosok gigi harus dilakukan dengan benar, yakni dua kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur, serta mencapai seluruh permukaan gigi.

Meski kita tahu bahwa sisa makanan yang menempel di gigi bisa memicu bakteri, namun bukan berarti setiap selesai makan kita harus segera menyikat gigi. Kapan perlu menyikat gigi, hal itu tergantung pada apa yang baru saja kita makan atau minum. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kandungan asamnya, seperti kopi, buah yang rasanya asam, atau softdrink sebaiknya Anda berkumur dulu untuk menetralisir kadar asam. Tunggulah sampai satu jam sebelum menyikat gigi.

"Jika langsung menyikat gigi setelah minum minuman berkarbonasi atau makanan yang asam, gigi bisa erosi," kata Meinecke, juru bicara Academy of General Dentistry.

Sementara itu menyikat gigi dianjurkan 20 menit setelah makan karena pada saat ini tingkat keasaman ludah sudah kembali normal. Ketika makan, pH akan turun dari yang normalnya 6,8 menjadi 4. Namun, secara perlahan-lahan, pH-nya akan naik kembali dalam waktu sekitar 20 menit. Jika terburu-buru menyikat gigi struktur saliva akan rusak, padahal salah satu fungsi air ludah adalah penyeimbang dan membantu proses pencernaan.

Sikat gigi saja cukup untuk menghilangkan bakteri kalau dilakukan dengan sempurna. Kuman atau bakteri yang tersisa di mulut bisa dibersihkan dengan berkumur atau membersihkan permukaan lidah. Menyikat gigi yang benar, adalah memastikan bulu-bulu sikat mampu mencapai gusi dan sebelah bawah permukaan gusi selain permukaan gigi. Pelan-pelan, gosokkan sikat gigi dengan gerakan ke atas ke bawah (dari gusi ke gigi). Lalu selesaikan dengan menyikat lidah Anda.

Susunan gigi tidak teratur memang akan menyulitkan pembersihan. Untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tersisa di gigi, bisa dilakukan flossing atau benang gigi. "Tidak ada salahnya melakukan flossing, apalagi kalau geliginya tak teratur," ucapnya.

Menyikat gigi secara teratur dua kali sehari menggunakan pasta gigi mengandung fluoride terbukti dapat mengurangi kerusakan pada gigi. Fluoride berfungsi menjadikan gigi lebih kuat dan tidak mudah berlubang serta menghilangkan kepekaan akar gigi.

Penyebab Gigi Kuning

Tips Kesehatan - Penyebab Gigi Kuning - Jangan salahkan pasta gigi jika gigi Anda masih saja kuning walaupun Anda tak pernah absen menggosok gigi secara rutin. Ada 10 hal berikut yang menyebabkan gigi Anda kuning.

1. Teh Herbal
Menjaga kelangsingan tubuh serta kesehatan dengan teh herbal menjadi kebiasaan yang umum akhir-akhir ini. Tubuh terasa lebih bugar, dan lebih langsing.
Namun, ternyata teh herbal ini membawa efek samping yang buruk bagi gigi.
Mereka yang rutin mengonsumsi teh herbal cenderung memiliki gigi kuning. Menanggapi hal ini, para peneliti Jepang, seperti dilansir Dailymail, menyarankan agar para konsumen teh herbal lebih memilih teh hijau.
Kandungan katekin di dalam teh hijau dipercaya dapat menekan bakteri pemroduksi asam di gigi, sehingga gigi kuning lebih mudah dicegah.

2. Obat Mata
Mungkin Anda bingung, apa hubungan obat tetes mata dengan kuningnya gigi. Namun, obat tetes mata ini memang menjadi salah satu penyebab gigi menjadi kuning. Kandungan kimia dalam obat tetes mata menekan produksi saliva.
Dimana saliva akan menetralisir asam di dalam mulut. Karena jumlah saliva ini berkurang, secara otomatis asam di dalam mulut akan meningkat. Di sini bakteri akan berkembang biak lebih pesat, sehingga gigi menjadi kuning.

3. Berenang
Hasil studi yang dilakukan terhadap 500 orang perenang menyebutkan bahwa 66% dari perenang mengalami kerusakan pada gigi serta gigi kuning. Hal ini disebabkan karena kandungan klorin yang tinggi di dalam air kolam.
Klorin tersebut mempengaruhi pH air yang menyebabkan kandungan asamnya lebih tinggi. Untuk itu, jangan lupa menyikat gigi setelah berenang.

4. Pemutih gigi
Bagaimana bisa pemutih gigi malah membuat gigi menjadi kuning? Well, ternyata cara kerja pemutih gigi ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Kebanyakan, pemutih gigi bekerja dengan mengerosi gigi.
Dan seringkali, pemutih gigi yang dikenakan di rumah, tidak bekerja secara maksimal. Bukannya memutihkan, mereka malah mengikis gigi, membuatnya rapuh dan kuning.

5. White Wine
Ternyata anggur putih justru memberikan efek lebih buruk bagi gigi. �Anggur putih lebih cepat mengikis gigi,� ungkap Dr Paul Ashley, direktur institusi kesehatan gigi, di University College Hospitals.

6. Menyikat gigi setelah makan yang manis
Saking takutnya ada bakteri yang tinggal di gigi, maka Anda akan buru-buru menyikat gigi setelah makan yang manis-manis. Benarkah hal ini? Ternyata justru hal ini salah. Setelah proses pengunyahan, maka mulut cenderung bersifat asam.
Saat ini akhirnya gigi menetralisir keadaan mulut dengan mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Jika Anda terburu-buru menyikat gigi, maka enamel ini akan terbuang sia-sia dan bakteri justru bebas berkembang.
Untuk itu sangat disarankan menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah makan yang manis-manis.

7. Diabetes
Tak bisa dipungkiri bahwa penyakit yang satu ini memang menyumbangkan efek gigi kuning, rapuh bahkan keropos. Sayangnya, banyak penderita diabetes tidak menyadari bahwa penyakitnya ini juga mempengaruhi keadaan giginya.

8. Rokok
Selain penyakit diabetes, rokok juga membuat gigi menjadi kuning. Kandungan nikotin di dalam rokok menyebabkan ruang mulut menjadi asam, nikotin-nikotin terikat pada elemen gigi dan tinggal pada dinding-dinding gigi. Tak heran jika mereka yang merokok hampir sulit untuk punya gigi putih bersih.

9. Minuman berenergi
Karena dibuat untuk menggantikan energi dan garam yang hilang saat berolahraga, maka minuman berenergi dilengkapi dengan gula dan asam.
Berdasarkan studi yang dilakukan University of Birmingham, ditemukan bahwa minuman berenergi bersifat korosif ketimbang air mineral.
Zat kimia yang terkandung dalam minuman berenergi cenderung merusak dan mengikis gigi.

10. Membuka kemasan dengan gigi
Saking kuatnya gigi dan tak ada gunting di sekitar Anda, maka Anda memutuskan membuka kemasan dengan gigi Anda. STOP kebiasaan ini!

Tanpa Anda sadari, kebiasaan ini akan membuat gigi lebih mudah rapuh dan lemah. Ketika gigi rapuh, secara otomatis warnanya tidak akan sehat dan cenderung menguning.

Mengetahui Gigi Sensitif

Tips Kesehatan - Gigi sensitif adalah masalah umum yang sangat tidak menyenangkan. Mengapa gigi menjadi sensitif dan apa yang harus Anda lakukan bila memilikinya?

Gigi sensitif adalah kondisi di mana gigi bereaksi terhadap makanan atau minuman yang panas, manis atau asam. Bila Anda memiliki gigi sensitif, meminum soda dingin atau memakan cokelat bisa tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat pada gigi Anda. Rasa sakit terasa tajam (ngilu), seperti tersengat listrik dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik.

Penyebab Gigi Sensitif
Gigi sensitif disebabkan oleh berkurang atau menipisnya lapisan email di gigi kita. Gigi terbentuk dari pulpa gigi, jaringan hidup yang mengandung pembuluh darah dan saraf, dentin yang merupakan struktur terbesar jaringan gigi dan email (enamel), lapisan terluar yang sangat keras.

Dalam kondisi normal, dentin ditutupi oleh email atau gusi. Dentin memiliki pori-pori kecil (disebut tubulus) pada permukaannya yang mengarah ke dalam pulpa yang memiliki banyak saraf. Jika gigi aus atau gusi terkikis (resesi gusi), dentin akan terangsang oleh makanan yang panas/dingin, manis, atau asam. Rangsangan pada dentin akan diteruskan melalui tubulus ke saraf-saraf gigi, yang memicu rasa sakit.

Penipisan email terutama disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk. Email mengalami didemineralisasi ketika kontak dengan asam, misalnya minuman bersoda (dengan atau tanpa gula), tomat dan jeruk. Makanan yang sangat manis juga mendorong aktivitas bakteri, yang kemudian menghasilkan asam dan memperburuk masalah. Tekanan mekanis seperti bruxism (gigi-gigi gemeretuk saat tidur) atau menyikat gigi dengan pasta gigi pemutih yang terlalu agresif juga dapat merusak email.

Apa yang dapat Anda lakukan?
Gigi sensitif dapat dihadapi dengan dua pendekatan, mengurangi hal-hal yang menyebabkan masalah dan mengurangi sensitivitas gigi.
  1. Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.
    Ganti pasta gigi Anda yang untuk mengendalikan plak dan memutihkan gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif. Pasta gigi khusus ini memiliki zat aktif seperti kalium nitrat, sitrat atau oksalat yang membantu menghambat sensasi dari permukaan gigi ke saraf, sehingga mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan gigi sensitif. Sikatlah gigi Anda dua kali sehari dan jangan menyikat gigi selama satu jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam.
  2. Sikatlah gigi dengan benar.
    Menyikat dengan benar sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi Anda. Menyikat terlalu keras dapat membuat gigi lebih sensitif. Pilihlah sikat gigi berbulu lembut dan terus menyikat pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi Anda dengan sapuan-sapuan pendek dan lembut, terutama pada tempat pertemuan gigi dan gusi.
  3. Gunakan pasta gigi ber-fluoride.
    Meskipun saat ini hampir semua pasta gigi diperkaya dengan flouride, Anda perlu memastikannya. Fluoride pada pasta gigi secara bertahap akan membantu melapis ulang email Anda (remineralisasi) dan memperkuat permukaan gigi yang telah didemineralisasi oleh asam bakteri. Obat kumur yang mengandung fluoride juga merupakan pilihan yang baik untuk gigi sensitif.
  4. Kurangi makanan dan minuman pemicu.
    Jika Anda terbiasa meminum teh atau kopi manis, kurangi gula di minuman Anda. Jika Anda terbiasa mengunyah permen di sepanjang waktu, kurangi jumlah permen yang masuk ke mulut Anda. Untuk sementara, kurangi buah-buahan seperti jeruk, nenas, tomat dan sirsak yang asam, ganti dengan buah-buahan yang kurang asam dan tidak terlalu manis.
  5. Dapatkan pelindung gigi.
    Jika Anda sering terbangun dengan sakit kepala atau sakit rahang, Anda mungkin memiliki kebiasaan menggeretukkan gigi saat tidur (bruxism). Kebiasaan ini membuat gigi-gigi aus dan menyebabkan sensitivitas gigi. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan penjaga mulut yang dapat melindungi gigi-gigi Anda saat tidur.
  6. Pastikan kecukupan kalsium.
    Makanlah makanan yang kaya kalsium seperti susu, yoghurt, dan keju. Kalsium diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi Anda.
Jika Anda sudah melakukan perawatan gigi dengan baik, namun Anda masih terus meringis kesakitan bila menyeruput wedang panas atau menggigit dodol yang legit, konsultasikan dengan ahlinya. Dokter gigi Anda dapat mengevaluasi kondisi Anda dan membantu menentukan cara terbaik untuk mengurangi sensitivitas gigi Anda.