Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu Anak. Tampilkan semua postingan

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Dalam era serba modern dan juga banyak sekali produk instan yang ada dalam negara kita ini, pemberian ASI eksklusif oleh ibu ternyata hasilnya cukup membuat kita turut prihatin. Hal ini ditunjukkan dengan hasil riset pada tahun 2010 yang lalu yang dilaksanakan oleh Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pemberian ASI di Indonesia saat ini bahwa persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 persen.(www.depkes.go.id).

Penyebab akan persentase ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat terutama dalam hal ini ibu tentang pentingnya serta manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi itu sendiri. Padahal dalam kandungan ASI Eksklusif ini dan juga kandungan air susu ibu pada umumnya banyak terdapat karotenoid dan selenium, sehingga ASI ini akan berperan benyak dalam sistem pertahanan tubuh bayi untuk mencegah berbagai penyakit. Karena dalam manfat menyusui ASI terutama dalam tiap tetes ASI ini juga mengandung mineral dan enzim yang bermanfaat dalam rangka pencegahan penyakit dan antibodi yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan kandungan yang terdapat dalam susu formula.

Manfaat ASI Untuk Bayi

Pengertian ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu dalam 6 bulan pertama kelahiran bayi oleh seorang ibu yang tanpa tambahan apapun baik itu minuman atau pun makanan tambahan lainnya termasuk pemberian air putih sekalipun. Pemberian ASI Eksklusif menurut WHO kepada bayi adalah yang terbaik untuk memberikan nutrisi kepada buah hati. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ASI merupakan makanan pokok bagi bayi yang sangat dibutuhkan dalam rangka membangun sistem kekebalan tubuh secara alami agar ia dapat terhindar dari berbagai penyakit dan juga sebagai makanan pertama yang dinikmati oleh sang bayi.

Pada waktu yang lalu pernah dibahas mengenai manfaat ibu mamberikan ASI bagi sang ibu menyusui itu sendiri. Kali ini kita akan sedikit belajar bersama mengenai manfaat ASI bagi bayi yang di susui diantaranya yaitu :
  1. ASI Eksklusif memuat kandungan gizi yang sempurna sesuai yang dibutuhkan bayi. Air susu ibu mudah dicerna dan diserap bayi serta melindungi bayi dari timbulnya infeksi karena mengandung zat kekebalan tubuh. Bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif umumnya merupakan bayi yang sehat karena tidak mudah sakit dan tidak mengalami kekurangan asupan gizi.
  2. Air susu ibu mengandung banyak zat�zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jadi hal ini akan membantu dalam proses tumbuh kembang anak yang baik serta sehat pula. Da inilah juga termasuk dalam manfaat menyusui ASI bagi sang bayi.
  3. Keuntungan memberi ASI kepada bayi dari segi ekonomis adalah hemat karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Bahkan manfaat serta kualitas gizinya jauh lebih baik. Karena ASI dan juga keuntungan ASI ini adalah merupakan makanan terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Karena memang banyak perbedaan ASI dengan susu formula pula.
  4. Kontak langsung antara ibu dengan bayi ini akan banyak membantu dalam pembentukan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi yang tentunya hal ini akan bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi. Tentunya pula bagi sang ibu perlu mengetahui bagaimana cara menyusui yang benar agar manfaat pemberian asi eksklusif ini berjalan dengan optimal.
  5. Bermanfaat untuk kecerdasan sang bayi kelak di kemudian hari, karena air susu ibu banyak juga kandungan asam lemak dan asam amino yang penting untuk perkembangan otak. Sehingga pada akhirnya hasil yang diharapkan alaha peningkatan kecerdasan otak serta emosional dan spiritual bayi itu sendiri. Ini juga salah satu dari sekian banyak manfaat ASI untuk bayi.
Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat menyusui ASI bagi ibu tidak hanya menjalin kasih sayang, tetapi dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu.

Kandungan Manfaat Kolostrum ASI

Banyak tugas serta peran seorang ibu dalam sebuah kehidupan seorang anak. Salah satunya adalah dengan memberikan ASI. Dan dalam proses pemberian ASI ini pada awal-awal ada suatu zat yang sangat berguna bagi sang bayi dan hal tersebut adalah kolostrum.

Yang dimaksud dengan pengertian kolostrum dalam ASI adalah merupakan cairan pra-susu (cairan yang keluar sebelum ASI sebenarnya berproduksi) dan cairan ini berwarna kekuningan yang keluar pada awal-awal masa menyusui, yaitu pada 24-36 jam pertama setelah proses melahirkan selesai. Banyak manfaat kolostrum ini dan salah satunya adalah mempunyai zat imunitas (zat kekebalan) yang ditransfer dari ibu ke bayinya dan ini sangat dibutuhkan oleh sang bayi baru lahir.

Manfaat Dan Kandungan Kolostrum

Banyak kandungan yang terdapat dalam cairan emas ini. Diantara kandungan kolostrum adalah banyaknya vitamin dan mineral yang sangat penting bagi perkembangan serta pertumbuhan sang bayi itu sendiri tubuh, yaitu vitamin A, B carotene dan vitamin E. Selain hal tersebut kandungan yang terdapat dalam kolostrum lainnya adalah mengandung kadar sel darah putih yang tinggi yang bersifat protektif menghancurkan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Antioksidan dalam kolostrum juga mampu mengatasi reaksi inflamasi yang terjadi sebagai respon tubuh terhadap adanya suatu infeksi. Kolostrum juga membantu pengeluaran bilirubin yang berlebihan dan mencegah terjadinya kuning (jaundice). Maka pada bayi yang mendapatkan zat penuh nutrisi dan gizi ini pada umumnya akan terhindar dari penyakit kuning pada bayi baru lahir.

Karena banyaknya manfaat kolostrum dan khasiat kolostrum itu sendiri maka pengetahuan akan pentingnya mengenal kolostrum ini penting sekali diketahui oleh para ibu-ibu yang baru melahirkan. Komposisi dari kolostrum sendiri yang tak kalah penting dalam hal ini adalah kandungan dari zat Immunoglobulin. Terutama adalah Immunoglobulin A, di mana Immunoglobulin ini akan sangat bermanfaat untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi seperti yang telah disebut di atas. Energi yang terkandung dalam 100 ml kolostrum sebesar 67 kalori dan dalam tiga hari pertama, volumenya bervariasi yaitu berkisar antara 2-20 ml setiap kali dikeluarkan oleh ibu menyusui yang dihisap oleh sang bayi.

Manfaat kolostrum yang terdapat dalam ASI yang keluar dalam 1-2 hari pertama setelah melahirkan adalah :
  1. Mempunyai zat kekebalan imunitas yang tinggi bagi sang bayi. Hal ini karena dalam kolostrum ASI (Air Susu Ibu) banyak terdapat kandungan zat kekebalan terutama IgA (immunoglobulin) untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi seperti selaput paru-paru, usus, tenggorokan. IgA yang terdapat dalam ASI juga bermanfaat untuk saluran pencernaan sang bayi dalam hal ini adalah untuk menambal lubang pada usus bayi yang belum terbentuk sempurna ketika dilahirkan sehingga ini akan bisa mencegah diare pada bayi.
  2. Sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir. Karena kolostrum yang terdapat pada ASI pada permulaan menyusui ini banyak mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga hal ini tentunya akan sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahirannya.
  3. Membantu proses pengeleluaran mekonium. Mekonium adalah kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. Maka bila kita perhatikan pada bayi baru lahir maka kotoran yang pertama dikeluarkannya akan berwarna kehitaman. Hal ini lah yang dimaksud dengan pengertian mekonium. Selain itu juga bisa membantu mengatasi masalah zat dalam tubuh bayi yang menyebabkan bayi kuning (bilirubin) atau dapat mengurangi kelebihan bilirubin. Kelebihan bilirubin terjadi karena belum sempurnanya mekanisme pengaturan jumlah sel darah merah pada tubuh bayi.
  4. Kolostrum ASI juga mengandung beberapa zat yang berguna serta bermanfaat dalam jumlah yang tinggi seperti halnya natrium, kalium dan kolesterol. Kombinasi dari berbagai macam zat gizi serta nutrisi ini akan ampuh dan bermanfaat bagi perkembangan jantung, otak serta sistem saraf pusat bayi. Dan ini adalah manfaat pemberian ASI juga bagi sang bayi.
  5. Kolostrum juga mempunyai kemampuan untuk menurunkan timbulnya reaksi sebuah alergi. Antibodi yang terkandung di dalam kolostrum dapat melawan alergen (zat pencetus alergi). Zat ini mengandung kemampuan mengikat IgE (imunoglobulin yang terlibat dalam reaksi alergi). Dengan kemampuan tersebut, maka kolostrum ini akan dapat membantu menekan munculnya IgE sehingga akan menghambat dan mencegah timbulnya reaksi alergi.
Di awal setelah melahirkan, produksi pertama ASI adalah kolostrum, yang diproduksi sekitar hari ke 2 setelah melahirkan. Pada saat tersebut, bayi yang sehat akan mempunyai cadangan gizi yang cukup sambil menanti produksi ASI bisa mencapai jumlah normal. Kandungan kolostrum terutama adalah zat gizi dan sel kekebalan tubuh yaitu imunoglobulin.

Produksi kolostrum akan berakhir setelah 1-2 minggu, kemudian digantikan dengan ASI matur. Kandungan ASI tersebut berubah seiring usia bayi dengan perubahan komposisi yang sesuai dengan usia bayi. Oleh karena hal tersebut, maka sangat dianjurkan dan juga sangat baik jika menyusui bayi dilakukan seawal mungkin oleh para ibu yang baru melahirkan.

Cara Agar Produksi ASI Banyak

Ketika seorang ibu selesai dan melampaui tahap proses kelahiran bayi, maka tugas ibu tidak berakhir di sini. Ada masih banyak tugas peran seorang ibu dan salah satunya adalah dengan memberikan ASI kepada sang bayi. Hanya saja tidak sedikit pula yang mengalami kesulitan ketika memberikan asinya. Salah satunya adalah ASI tidak keluar banyak, atau juga asi tidak lancar keluarnya.

Ketika seorang ibu yang baru mempunyai bayi dan keinginan untuk bisa memberikan ASI nya besar sedangkan dalam beberapa kenyataan produksi ASI nya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka pengetahuan cara agar ASI keluar banyak atau pun tips agar ASI lancar keluarnya harus dimiliki dengan baik pula. Dan peranan tugas ibu dalam pemberian ASI juga berlanjut terus sampai dengan anak berumur 2 tahun.

Cara Tips Produksi ASI banyak

Hal ini juga berkaitan erat dengan pemberian ASI eksklusif. ASI Eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu saja kepada bayi umur 0 � 6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan. kecuali dalam kondisi tertentu sang bayi sakit dan membutuhkan obat sebagai terapi penyembuhan. Demikian yang dimaksud dengan pengertian ASI Eksklusif tersebut. Karena begitu besar manfaat dan keutamaan ASI Eksklusif ini maka pada umur bayi 0-6 bulan harus diusahakan secara benar-benar agar ibu bisa memberikan ASI eksklusif ini.

Ketika kita membicarakan mengenai produksi ASI ibu yang menyusui maka ada hormon yang mempunyai pengaruh besar dalam hal memproduksi air susu ibu ini. Kedua hormon tersebut adalah Prolaktin dan Oksitoksin. Prolaktin mempunyai peranan yang besar terhadap produksi ASI ibu. Sedangkan pada hormon oksitoksin lebih dominan pengaruhnya dalam hal pengeluaran ASI itu sendiri.

Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh nutrisi serta gizi yang dikonsumsi oleh seorang ibu yang sedang menyusui. Semakin baik kadar gizi yang bisa dipenuhi maka akan semakin baik produksi ASI nya dan kelancaran sang ibu dalam memberikan asinya juga akan semakin baik dan tentunya akan berbuah manfaat yang banyak sekali bagi para bayi yang mendapatkan ASI dari ibunya.

Berikut beberapa tips cara agar ASI lancar dan banyak keluar diantaranya yaitu :
  1. Memenuhi kebutuhan gizi nutrisi ibu hamil dengan baik. Bila pemenuhan kebutuhan akan hal ini terpenuhi dengan baik maka diharapkan dari tujuan ini adalah ASI yang keluar dapat lancar serta juga memberikan ASI eksklusif. Beberapa makanan yang dipercaya bisa meningkatkan produksi dan kelancaran ASI diantaranya yaitu sayuran hijau, sayuran bening.
  2. Semakin meningkatkan dalam hal pemberian ASI itu sendiri. Peningkatan intensitas dalam pemberian ASI akan maka justru hal ini akan banyak merangsang dari pengeluaran serta produksi ASI itu sendiri.
  3. Hindarkan penggunaan susu formula ketika awal-awal menyusui. Karena perbedaan ASI dan susu formula juga banyak baik dari segi kandungan gizi atau pun nutrisinya sendiri, pemberian susu formula akan bisa mengurangi pemberian ASI dari ibu dan hal ini semakin lama akan semakin menurun pengeluaran air susu ibunya.
  4. Perawatan payudara dalam waktu kehamilan akan bisa membantu dalam hal merangsang produksi hormon yang berpengaruh terhadap produksi air susu ibu dan perawatan payudara ini pun tetap harus dijaga ketika waktu menyusui pula.
  5. Menjaga sisi psikologis ibu menyusui. Pengaruh mental dan dukungan baik dari suami, atau pun keluarga yang turut memberikan support yang baik akan membantu psikologis ibu. Bila segi psikologis ibu hamil baik maka produksi ASI akan bisa baik pula. Demikian pula bila sebaliknya. Ibu yang stress atau pun depresi pasca persalian akan mempengaruhi sedikit banyak pengeluaran air susu ibu ini.
Peluang memberikan ASI pada hari-hari awal kehidupan bayi ketika baru dilahirkan juga bisa ditingkatkan dengan proses inisiasi menyusu dini(IMD). Pada proses tahapan ini bayi dibiarkan mencari puting susu ibu sendiri. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut. Jika perlu, ibu boleh mendekatkan bayi pada puting. Sentuhan itu juga merangsang hormon lain yang membuat ibu jadi tenang, relaks dan mencintai bayi, serta merangsang pengaliran ASI dari payudara. Dan ini pun cara agar asi banyak keluar pula pada awal-awal kelahiran bayi.

Cara Menyusui Yang Benar

Cara Menyusui Yang Benar - Cara Menyusui Bayi Yang Benar Seorang ibu selepas melahirkan masih mempunyai beberapa kewajiban dan tugas ibu yang baik yaitu menyusui. Setelah melewati proses persalinan yang tidaklah mudah karena persalinan adalah sebuah proses perjuangan seorang ibu dan juga 'taruhan' nyawa dua yaitu sang ibu dan juga sang calon bayi sendiri. Sungguh sebuah penghormatan bagi perjuangan seorang ibu dan untuk itulah kita wajib menghormati dan berkewajiban hormat kepada orang tua kita dan juga utamanya kepada ibu kita.

Seorang ibu setelah melahirkan akan memproduksi dan menghasilkan ASI. Tak peduli juga apakah seorang ibu tersebut menyusui dan memberikan ASI nya kepada bayinya atau tidak. Jalur produksi ASI akan berjalan secara alamiah. Dan pada hari kedua, ketiga keempat pasca melahirkan dan persalinan kolustrum yang penuh dengan gizi yang dibutuhkan bayi maka kolustrum ini akan digantikan dengan ASI. Dan manfaat pengaruh pemberian ASI ini sangat berpengaruh bagi kesehatan sang bayi dan juga saig ibu sendiri. Maka kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai cara menyusui yang baik dan benar dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Cara Menyusui Yang Benar

Dalam hal memberikan tips menyusui ASI yang benar dan tips pemberian ASI yang benar dan tepat pada pertama kali yang perlu diparhatikan bagi seorang Ibu yang akan menyusui adalah kedudukan bayi itu sendiri. Karena posisi yang benar bayi dan juga kedudukan bayi yang benar pada payudara sang Ibu akan membuat sang bayi akan menerima payudara ibu secara efektif dan nyaman. Dengan membuat bayi nyaman dan efektif, ASI juga bisa dikonsumsi dengan optimal bagi sang bayi.

Ada beberapa alasan sang ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui. Alasan penyebab kesulitan menyusui ASI bagi ibu diantaranya yaitu bahwa sang bayi tidak mau menghisap, atau juga karena puting susu ibu perih atau pun lecet pada awal-awal memberikan Air Susu Ibu pada bayinya. Ada juga alasan penyebab tidak mau menyusui yaitu bahwa sang bayi tidak mau menyusui ASI ibu sendiri. Masalah kesulitan memberikan ASI ini seringkali pula membuat sang ibu beralih ke susu botol dan juga susu formula.

Selanjutnya setelah beberapa hari bayi mengerti akan kedudukan yang nyaman dalam menyusui, maka sang ibu akan secara otomatis akan bisa menyusui dengan benar tanpa harus berfikir bagaimana posisi menyusui yang benar. Tetapi yang perlu diperhatikan pula adalah pada saat sang ibu dan sang bayi belajar posisi yang nyaman maka hal ini harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan tehnik menyusui yang benar akan menbuat sang ibu dan juga sang bayi akan merasakan kenyamanan tersendiri.

Berikut adalah beberapa posisi menyusui yang benar terutama pada kedudukan bayi pada payudara ibu agar hasil ASI yang diminum sang bayi optimal dan manfaat ASI bisa sang bayi dapat maksimal digunakan dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi sang bayi dan diantaranya yaitu :
  1. Bagi sang ibu, duduklah dalam posisi yang senyaman mungkin, melemaskan bahu. Pada waktu memberikan ASI, menyusui ASI ini biasakan pula memakai pakaian yang ringan dan juga mudah untuk dibuka sehingga sang bayi pun akan mudah menyusui.
  2. Sang ibu memegang sang bayi dengan posisi yang berhadap-haapan antara dada dengan dada (dada sang ibu dan dada sang bayi). Dan juga turut menyandarkan tubuh sang bayi kepadsa tubuh sang ibu. Jika agak susah, boleh juga menggunakan bantal di pangkuan sang ibu ketika awal-awal baru belajar menyusui terutama pada saat menyusui untuk anak pertama. Bisa juga bila nyaman menyusui tanpa bantal, maka bantal juga tak perlu ada pada saat menyusui.
  3. Selanjutnya tips posisi menyusui yang benar adalah jangan sampai sang bayi pada saat menyusui payudara ibu harus memutar kepalanya. Saat mulutnya tertutup, hidung sang bayi harus sejajar dengan puting sang ibu. Lain halnya bila mulut sang bayi telah terbuka. Karena bila bayi suka menyusui maka mulut bayi akan sering terbuka bila didekatkan dengan payudara ibu.
  4. Pada saat mulut sang bayi telah terbuka lebar untuk menyusui, maka bawa mulut sang bayi untuk mendekati payudara ibu, dan setelah itu arahkan puting susu ibu ke bibir atas sang bayi.
Jika bayi menyusui dengan benar, maka keluhan payudara atau pun puting susu yang sakit tidak akan terjadi, meski beberapa wanita yang menyusui dengan cara yang benar dan juga posisi yang tepat pada saat menyusui juga mengalami nyeri, tetapi angka kejadiannya tidaklah banyak.

Semoga dengan memberikan ASI dengan baik dan benar dan juga mengetahui posisi yang terbaik pada saat menyusui maka ASI yang diberikan sang Ibu akan banyak didapatkan sang bayi dan bayi akan memperoleh manfaat pemberian ASI yang banyak dan tentunya akan berpengaruh pada peningkatan kesehatan dan juga kecerdasan sang bayi dan anak bila telah diberikan ASI ini. Mari kita galakkan budaya menyusui ASI kepada anak-anak kita agar generasi kita yang akan datang akan jauh lebih baik, lebih sehat dan lebih cerdas daripada kita.

Perbedaan ASI Dengan Susu Formula

Perbedaan ASI Dengan Susu Formula - Perbedaan Kandungan ASI Dengan Susu FormulaBagi kita para orang tua tentunya kesehatan keluarga kita termasuk kesehatan bayi dan anak-anak kita menjadi prioritas utama. Mudahnya adalah bila kita banyak uang serta harta sedangkan kesehatan anak-anak kita tak terjaga dengan baik, tentunya kita para orang tua juga tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam suatu kehidupan rumah tangga. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai perbedaan ASI dan susu formula dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Pentingnya pemberian ASI ini banyak manfaat dan faedahnya baik bagi kesehatan ibu menyusui itu sendiri atau pun bagi bayi yang diberikan ASI itu sendiri. Menyusui adalah memberikan Air Susu Ibu yang memang telah khusus diperuntukkan kepada bayi dan anak-anaknya sendiri. Dan itu sedikit mengenai pengertian menyusui. Dan hal ini ASI akan lebih benyak memberikan manfaat kepada kesehatan bayi bila pemberiannya adalah sampai dengan 2 tahun.

Perbedaan ASI dengan Susu Formula

Selain ASI kita sebagai masyarakat juga mengenal akan pemberian ASI Formula.Susu formula ini adalah susu selain ASI yang juga biasa diberikan kepada bayi pada umumnya dan bahan dasar susu formula ini adalah dibuat dari susu sapi, atau pun kita mengenal akan susu kambing dan susu kedelai pula. Dan demikian yang disebut dengan 'Susu Formula' dan juga pengertian susu formula. Hal ini akan terdengar ilmiah, karena memang susu formula tersebut diubah formulanya dengan mempertimbangkan keamanannya dan kegunaan serta manfaatnya bagi sistem percernaan bayi serta anak.anak.

Meskipun susu formula tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan "kandungan ASI" tentunya tidak akan sama dengan ASI (Air Susu Ibu) yang sesungguhnya. Manusia khususnya adalah kaum wanita bisa memproduksi susu yang benar-benar diperuntukkan untuk khusus bayi. Dan juga merupakan susu yang telah berevolusi untuk bisa menyesuaikan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak-anak keturunan manusia. Sedangkan susu formula yang berasal dari mamalia lain tentu berbeda, dan walau sempurna bagi keturunannya, tentunya tidak bisa disamakan dengan pemberian ASI oelh seorang ibu kapada anak-anaknya.

Bahkan bila menyusui itu sendiri mempunyai beberapa keuntungan dan manfaat khusus, memberikan susu formula juga mempunyai beberapa dampak negatif dan juga mempunyai beberapa kerugain bila dilihat dari beberapa aspek. Jika menyusui ASI dapat memberikan bayi dari penyakit dan kondisi tertentu, maka memberikan susu botol ataupun susu formula juga akan beresiko bayi akan terkena penyakit atau pun kondisi tertentu. Maka menyusui dengan ASI adalah hal yang terbaik dalam menghindari resiko yang tidak perlu untuk terjadi. Susu formula pun bisa menyebabkan akan alergi susu sapi.

Lalu bagaimana perbedaan ASI dengan susu formula itu sendiri ? Bahan-bahan yang ada dalam kandungan ASI berbeda dengan kandungan yang terdapat dalam susu botol. Perbedaannya bisa kita lihat contohnya adalah bahwasannya susu sapi atau susu formula mengandung protein dua kali lebih banyak dari ASI. Sedangkan ASI lebih banyak kandungan akan asam lemak tak jenih ganda dibandingkan dengan susu formula atau susu botol. Itu bila dilihat dari sisi rasio bahan-bahan perbandingan antara susu formula dengan susu ASI. Dan ini juga salah satu perbedaan kandungan ASI dengan susu formula.

Perbedaan ASI dan susu botol lainnya adalah bahwa banyak zat yang terdapat dalam kandungan didalam ASI yang tidak terdapat sama sekali atau bahkan hanya dalam jumlah yang sangat sedikit pada susu formula dan susu botol. Diantaranya yaitu bahwa ASI mengandung imunoglobulin, fagosit, limfosit T, enzim-enzim penting lainnya seperti lisozim dan banyak zat bermanfaat dan berguna lainnya yang terdapat pada ASI yang melindungi bayi terhadap infeksi seperti halnya sel tubuh, antibodi, hormon dan juga zat penting lainnya. Meskipun pabrik-pabrik produsen susu formula telah berusaha menambahkan beberapa zat yang sama dengan yang diatas telah disebutkan pada beberapa merek susu formula, tetapi zat tersebut bukan berasal dari manusia sehingga hal ini tidaklah sama dan juga identik. Ini juga yang menyebabkan perbedaan antara susu ASI dengan susu formula. Dan tentunya perbedaan komposisi ASI dan susu formula.

Kita juga bisa mengilustrasikan bahwasannya susu formula ini kan dibuat dari susu sapi, sus kambing. Maka mudahnya adalah susu sapi tepat untuk anak sapi. Susu kambing tepat untuk anak kambing dan seterusnya. Maka ASI sangat baik dan bermanfaat untuk kesehatan anak-anak manusia karena memang dieruntukkan khusus untuk bayi manusia dan bukannya untuk anak-anak kambing atau pun sapi. Sehingga kandungan ASI dan manfaat yang terkandung dalam ASI tersedia dalam jumlah yang tepat dan sesuai untuk bayi manusia. Dan inilah salah satu kebesaran Allah dalam salah satu Ciptaan Nya yaitu keajaiban ASI untuk bayi manusia.

ASI merupakan suatu cairan hidup, yang berubah dan juga berespon terhadap kebutuhan bayi sesuai dengan pertumbuhannya. ASI mengandung zat anti infeksi yang sangat penting untuk membantu bayi dalam hal melawan infeksi dan berbagai penyakit pada bayi. Satu hal lagi manfaat ASI adalah membuat respon instan terhadap infeksi dengan memproduksi satu set baru imunoglobulin ampuh yang mempercepat sistem imun bayi dengan cara memerangi bakteri dan virus.

Demikian tadi sahabat-sahabat semuanya mengenai perbedaan ASI dengan susu formula dan yang perlu digarisbawahi pula bahwasannya pemberian ASI ini adalah baik diberikan sampai dengan 2 tahun dan selanjutnya bisa menggunakan sus formula. Perbedaan komposisi Air Susu Ibu dan susuf formula dan susu botol ini semoga bisa menambah pengetahuan kita akan kesehatan dan penting dan manfaat pemberian ASI.