Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Anak. Tampilkan semua postingan

Tanda Penyebab Anak Hiperaktif

Tanda anak hiperaktif pada anak usia sekolah umumnya diketahui dengan gangguan akademik dan juga dalam interaksi sosial dengan teman. Sementara pada anak dan remaja dan dewasa dengan hiperaktif juga menimbulkan masalah yang serius bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Untuk itulah perlunya kita mengetahui ciri-ciri tanda anak hiperaktif secara dini agar hal ini tidak berlangsung secara berkepanjangan.

Pengertian hiperaktif atau sering dikenal dengan sindroma hiperaktivitas menurut (Nelson, 1994) adalah merupakan istilah gangguan kekurangan perhatian menandakan gangguan-gangguan sentral yang terdapat pada anak-anak, yang sampai saat ini dicap sebagai menderita hiperaktivitas, hiperkinesis, kerusakan otak minimal atau disfungsi serebral minimal. dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

Secara umum tanda gejala anak hiperkatif yang terlihat dari alergi shiner (lingkaran hitam di bawah mata) dan hidung tersumbat. Gejala yang lain misalnya infeksi telinga, gangguan tidur, alergi (seperti eksim, gatal-gatal, dan penyakit asma), gangguan pencernaan berupa diare atau sembelit, sakit kepala dan sakit pada bagian kaki di malam hari.

Penyebab Tanda Anak Hiperakif

Dr. Mary Go Setiawani dalam menggambarkan tanda anak hiperaktif ini pada umumnya akan bersifat lebih agresif, penuh semangat, tidak dapat tenang, sulit diajar, tidak tahan lama melakukan suatu aktivitas, sulit bergaul dengan teman sebaya, tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan juga sulit menaati apa yang dikatakan orang tua serta guru sekolahnya.

Menurut hasil beberapa penelitian penyebab anak hiperaktif adalah adanya gangguan genetik yang terdapat pada DNA anak yang bersangkutan. Sebagai tambahan informasi, bahwa di seluruh dunia saat ini diperkirakan terdapat 3-5 persen anak yang hiperaktif. dan ADHD atau hiperaktif ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Lebih jauh lagi mengenai pengenalan akan penyebab hiperaktif pada anak ini adalah merupakan suatu penyakit genetik dan membuat otak anak berkembang dengan kondisi berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang normal. Dalam sebuah penelitian, didapati bahwa otak anak-anak yang menderita ADHD ternyata memiliki potongan kecil DNA yang terhapus maupun terduplikasi yang dikenal sebagai Copy Number Variants (CNVs). Area yang tumpang tindih tersebut berada di area tertentu yang terdiri dari beberapa gen yang berperan dalam perkembangan otak dan terkait dengan gangguan kejiwaan serta schizofrenia. (www.melindahospital.com).

Faktor penyebab hiperaktif lainnya adalah perubahan fungsi otak dan anatomi anak yang bersangkutan. Hal ini disebabkan adanya kekurangan neurotransmiter di otak. Kekurangan asupan zat besi menjadi penyebabnya, karena fungsi salah satu dari zat besi adalah penyuplai transmiter di otak dan tubuh.

Penyebab anak hiperaktif lainnya adalah juga bisa karena faktor keturunan, ibu perokok dan pengguna narkoba atau alkohol pada masa kehamilan akan berpotensi mengurangi aktivitas sel saraf yang menghasilkan neurotransmiter. Harus diingat bahwa bahaya narkoba ini sangat buruk terhadap kesehatan fisik dan mental kita. Faktor lain seperti paparan racun pada lingkungan dan bahan makanan tambahan seperti zat pewarna dan zat pengawet yang semestinya tidak untuk pengawet dan pewarna makanan.

Beberapa tanda gejala anak hiperaktif lainnya bisa berupa :
  1. Kesulitan dalam memfokuskan perhatian terhadap sesuatu hal.
  2. Tidak memberikan perhatian terhadap sesuatu yang detail.
  3. Tidak mau dan enggan untuk mendengarkan orang lain.
  4. Tidak bisa bermain dengan tenang.
  5. Tidak bisa tinggal diam di tempat.
  6. Memiliki masalah dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan.
Ada beberapa cara mengatasi anak hiperaktif yang bisa dilakukan. Ini membutuhkan kesabaran dan keuletan dalam hal melaksanakan tips menghadapi anak hiperaktif dan juga mengatasi anak hiperaktif dengan kearifan dan penuh bijaksana serta pengertian dari orang tua dan keluarga terdekatnya.

Cara atasi anak hiperaktif adalah dengan penggunaan obat, pengaturan makanan, hindari pemanjaan, menciptakan lingkungan yang tenang, memilih acara TV dengan hati- hati, gunakan tenaga ekstra dengan tepat, membimbing dalam kebenaran. Ini adalah tips mengatasi hiperkatif dari Dr. Mary Go Setiawani (2000: 137-141).

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan pengenalan akan penyebab tanda anak hiperaktif yang perlu kita perhatikan dan juga beberapa tips mengatasi anak hiperaktif. Dan semoga hal ini bisa memberikan manfaat kepada kita semuanya.

Point pentingnya dan kesimpulan dari ini semuanya adalah jangan anggap negatif terhadap anak dengan gangguan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Justru kita harus memberikan perhatian yang lebih terhadap anak pengidap hiperaktif ini.

Tujuan Manfaat Pijat Bayi

Aktifitas baru bagi seorang ibu yang mempunyai bayi tentu beragam dan banyak. Salah satunya adalah memandikan bayi dan dan juga melakukan pemijatan kepada bayi. Karena manfaat pijat bayi untuk kesehatan serta juga kebugaran tubuh bayi akan bisa dirasakan bila cara memijat bayi dilakukan dengan benar serta tepat.

Dalam beberapa pengobatan tradisional dan juga pengobatan herbal pula, memijat bayi adalah salah satu budaya adat yang sampai sekarang masih terus dilakukan oleh para kaum ibu dan masyarakat kita pula. Memijat bayi sebenarnya tidak jauh beda dengan aktifitas ketika memandikan bayi juga. Karena lewat kegiatan ibu baru tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu merangsang dan berkomunikasi antara ibu dan sang anak.

Manfaat Pijat Bayi

Memijat bayi harus dilakukan dengan berhati-hati dan lembut. Harus juga mengetahui bagaimana cara memijat bayi yang benar agar sang bayi bisa merasakan akan manfaat faedah pijatan bayi itu sendiri. Bersamaan dengan kegiatan pemijatan bayi bisa merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.

Tujuan dari pemijatan kepada bayi adalah untuk mewujudkan salah satu ungkapan cinta kasih sayang orang tua kepada anaknya melalui berbagai macam sentuhan lembut yang dihasilkan dari pijatan dan sentuhan hangat tangan sang ibu tersebut. Sentuhan merupakan sebuah alat terapi yang sangat ampuh, begitu juga halnya pijatan. Terapis pijat bayi, yaitu Justina Perry, mengatakan bahwasannya sentuhan dari kulit ke kulit akan memiliki beragam keuntungan yang sangat penting bagi perkembangan bayi itu sendiri. Dan inilah dari beberapa tujuan pijat bayi tersebut.

Ada beberapa keuntungan dan manfaat pijat bayi itu sendiri. Dan beberapa keuntungan pemijatan bayi yang kita lakukan adalah :
  1. Menciptakan ikatan psikologis tali kasih ibu dan bayi. Hal ini terjadi karena ternyata dalam pelaksanaan tindakan dari pemijatan sentuhan kepada bayi ini akan merangsang otak sang bayi mengeluarkan suatu hormon yang disebut dengan hormon oksitoksin. Pengeluaran hormon ini akan membuat bayi merasa nyaman, menurunkan stressor, dan membantunya mempermudah dalam proses tidur. Secara tidak langsung hal ini akan memperkuat tali kasih antara ibu dan bayinya.
  2. Membuat bayi lebih sehat. Memijat bayi bisa memperlancar dari sistem peredaran darah, akan membantu proses pencernaan sang bayi, dan juga memperbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
  3. Membantu dalam proses pertumbuhan perkembangan bayi. Ketika melakukan pememijatan kepada sang bayi, sentuhan serta pijatan tersebut akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary di dalam otak si kecil. Hal ini akan membuat kelenjar tersebut melepaskan HGH (hormon pertumbuhan manusia), yang berarti hal ini akan turut membantu si bayi tumbuh dan berkembang.
  4. Mengurangi kadar stres. Bayi atau anak-anak yang secara berkala da teratur dipijat oleh orang tuanya akan mempunyai kadar kecemasan dan hormon stres yang rendah. Sebuah studi di Touch Research Institute, University of Miami School of Medicine, AS, mengemukakan bahwasannya terapi sentuhan akan menurunkan kadar hormon stres kortisol, dan justru sebaliknya akan meningkatkan kadar serotonin dan dopamin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman pada sang bayi.
  5. Meningkatkan kemampuan dan kesanggupan dalam belajar. Dalam sebuah aktifitas memijat bayi akan membantu pula sang ibu untuk merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi kelak dikemudian hari.
Yang harus digarisbawahi, bila memang belum punya ketrampilan atau pun pengetahuan mengenai memijat bayi dengan benar maka alangkah lebih bijaksananya bila kita meminta bantuan seseorang yang terbiasa dalam hal ini. Bila dalam kehidupan masyarakat kita di desa kita kenal dengan nama dukun pijat bayi. Biasanya dukun pijat bayi ini juga bersamaan dengan memijat kepada sang ibu yang juga habis melahirkan.

Penyakit Campak

Beraneka ragam jenis penyakit sepertinya memang tidak asing lagi bila salah satu tugas pekerjaan kita sebagai tenaga kesehatan dan berhubungan dengan pasien dan penyakit. Ketika kita mempunyai seorang anak kecil kita biasa membawa anak kita untuk melakukan imunisasi. Termasuk untuk imunisasi dan vaksinasi campak ini.

Penyakit campak ini atau juga dikenal dengan nama lain seperti measles, rubeola, morbili. Dan waktu kecil saya mengenal dengan nama umum dan awamnya adalah gabag/gabagan. Pengertian campak menurut WHO adalah penyakit menular dengan gejala kemerahan berbentuk mukolo papular selama tiga hari atau lebih yang disertai panas 38 derajat C atau lebih dan disertai salah satu gejala batuk, pilek, dan mata merah. Demikian salah satu definisi dari penyakit campak ini.

Penyakit Campak, Penyebab Campak

Penyebab Campak ini adalah sejenis virus yang disebut dan masuk dalam golongan Paramyxovirus. Dalam genus Morbillivirus. Cara penularan campak adalah infeksi droplet udara (air borne disease) menempel dan berbiak. Infeksi mulai saat orang yang rentan menghirup percikan mengandung virus dari secret nasofaring pasien campak. Droplet udara maksudnya adalah melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak.

Karena penyebabnya adalah sejenis virus, maka hal ini berkaitan erat dengan ketahanan daya tahan tubuh. Bila tubuh kita sedang lemah dan daya tahan tubuh menurun akan mudah sekali tertular penyakit campak ini. Morbili pada anak ini pada akhirnya juga akan meningkatkan daya kekebalan bila telah terkena penyakit ini. Itulah sebabnya setelah sekali anak terkena penyakit menular, ia akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut sepanjang hidupnya. Termasuk dalam hal ini adalah penyakit rubeola/campak ini.

Bagaimana cara kita mengenali bahwa seseorang telah terkena penyakit campak ini. Ada beberapa tanda gejala penyakit campak ini pada mulanya diawali dengan flu berat, batuk dan mata berair, kemudian diikuti dengan timbulnya bercak putih dimulut ( bintik koplik ). Anak akan terlihat tidak nyaman, terjadi demam tinggi. Ruam akan mulai muncul pada hari ketiga atau keempat. Bintik-bintik akan memerah dan semakin banyak, tetapi tidak menimbulkan gatal. Campak akan sangat menular dan biasanya berlangsung seminggu. Maka campak adalah jenis penyakit yang menular.

Meski campak bisa berpotensi menjadi penyakit virus yang serius, tapi biasanya jarang terjadi karena umumnya anak pada masa sekarang ini sudah mendapatkan suntikan dan vaksinasi imunisasi MMR pada umur berkisar 12-15 bulan. Masa kritis penularan adalah sejak beberapa hari sebelum muncul ruam sampai lima hari setelah ruam lenyap.

Keluhan yang umum penderita campak akan muncul adalah kemerahan yang timbul pada bagian belakang telinga, dahi, dan menjalar keseluruh tubuh. Selain itu, timbul gejala seperti flu disetai mata berair dan kemerahan ( konjungtivitis ). Setelah 3-4 hari kemerahan mulai menghilang dan berubah menjadi kehitaman yang akan tampak bertambah dalam 1-2 minggu dan apabila sembuh kulit akan tampak seperti bersisik.

Pengobatan campak dan perawatan campak ini adalah sifatnya hanya suportif. Karena penyebab virus maka bila daya tahan tubuh yang lemah maka anak yang kena campak dalam kondisi pemenuhan gizi yang kurang maka hal ini bisa menyebabkan komplikasi campak yang akan bisa memburuk.

Penanganan campak pada anak pada umumnya adalah dengan pemberian cairan yang adekuat, pemberian antipiretik (penurun panas) da pemberian vitamin. Akan tetapi bila pansa berlanjut dan pada anak timbul kejang maka harus segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

Pemberian cairan ini bisa dengan memberikan banyak minum (air hangat akan dapat membantu meredakan batuk) dan berikan pula parasetamol khusus anak (baca usia yang dianjurkan berbentuk syrup) untuk menurunkan suhu tubuh. Vaselin akan melindungi kulit di sekitar bibir. Basuh kerak pada pinggir mata, dan gelapkan kamar bila cahaya mengganggunya. Karena penyakit campak ini berasal dari virus, tidak dapat diobati dengan antibiotik, tetapi biasanya medis (dokter) mungkin memberinya untuk infeksi sekunder yang menyertai campak tersebut.

Pencegahan campak dapat dilakukan dengan imunisasi. Yaitu dengan imunisasi campak. Diberikan pada bayi usia 9 bulan, pemberian vaksin dibawah umur 9 bulan kurang efektif karena bayi masih mendapatkan proteksi kekebalan dari ibu. Selain itu ada juga jenis vamsin lainnya yaitu vaksin kombinasi MMR ( Measles, Mumps, Rubella), dilakukan pada usia 12-15 bulan dan diulang ketika sang anak menginjak usia 4-7 tahun.

Ada beberapa komplikasi campak yang bisa terjadi. Diantaranya yaitu infeksi telinga dan paru-paru, muntah dan diare dapat terjadi dua hari setelah ruam muncul. Penyakit ini juga beresiko kecil menyebabkan pneumonia atau ensepalitas, gangguan pada paru-paru atau telinga.

Penyakit Leukimia

Pernahkah sahabat-sahabat mendengar istilah leukimia ? Bila kita mendengar akan Leukimia ini tentunya bila kita mengetahui akan pengertian leukimia dan bagaimana hal tersebut bisa menimbulkan berbagai buruk negatif bagi fisik dan mental bagi penderitanya maka kita akan merasa takut fobia akan penyakit ini. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyakit leukimia ini dan semoga artikel ini bisa berguna serta dapat memberikan pengetahuan kita akan berbagai jenis penyakit yang banyak sekali jumlahnya.

Yang dimaksud dengan leukimia adalah suatu jenis penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang yang ditandai dengan ciri khasnya berupa bertambahnya sel-sel darah putih (leukosit) dengan manifestasinya adanya penambahan sel-sel yang abnormal dalam darah tepi. Leukimia juga seringkali kita kenal dengan istilah kanker darah. Dan kanker darah ini menduduki peringkat pertama pada jenis keganasan yang menimpa anak-anak di dunia dengan mencapai prosentase 30-40%. Penyebab leukimia ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti akan penyebab. Karena penelitian dalam bidang kesehatan belum mendapatkan bukti yang otentik yang bisa menjelaskan dan mengambarkan penyebab kanker darah ini. Ada juga faktor resiko kanker darah terjadinya adalah karena faktor genetik, fator lingkungan dan juga faktor immunodefisiensi. Leukimia ini juga terbagi menjadi dua yaitu leukimia anak dan leukimia dewasa.

Leukimia

Leukimia anak dengan prosentase yang cukup besar di atas bisa mencerminkan bahwasannya penyakit kanker darah anak ini tidak bisa kita anggap remeh. Ada beberapa jenis leukimia yang bisa kita dapatkan dan kenali. Diantara jenis leukimia itu adalah :
  1. Leukemia myeloid kronis ( CML ) termasuk dalam gangguan myeloproliferative kronis.
  2. Leukemia limfositik kronis ( CLL ) termasuk dalam sindrom limfoproliferatif dan sebanding dengan limfoma limfositik.
  3. Limfoid akut leukemia atau lymphoblastic leukemia akut (ALL )
  4. Akut myeloid leukemia myelogenous leukemia atau ( AML )
  5. Myelogenous leukemia ( LM )
Lalu bagaimana kita mengenali akan tanda gejala leukimia ini. Tanda ciri leukimia yang seringkali bisa dideteksi adalah dengan adanya :
  1. Terjadinya anemia. Anemia anak akan bisa menimbulkan gejala seperti rasa cepat lelah, pucat, nafas pendek dan cepat. Hal ini terjadi karena menurunnya sel darah merah (HB). Kita ketahui salah satu fungsi sel darah merah adalah membawa nutrisi dan oksigen ke sel dan jaringan seluruh tubuh bila kekurangan HB ini maka gejala tersebut diatas akan dirasakan.
  2. Perdarahan yang terjadi di bawah kulit. Perdarahan ini juga disebabkan berkurangnya sel trombosit. Tanda ini akan dikenali dengan bercak merah kebiruan, perdarahan gusi, mimisan.
  3. Mudah terserang infeksi. Kita mengetahui bahwasannya sel darah putih ini tumbuh dan berkembang secara abnormal sehingga penderita leukimia akan seringkali mengalami demam yang berkepanjangan yang merupakan salah satu tanda infeksi.
  4. Nyeri. Rasa nyeri juga salah satu jalan kita untuk mendeteksi dan deteksi leukimia ini. Rasa nyeri ini banyak terjadi pada daerah perut, Karena dalam perut banyak organ tubuh yang mengalami gangguan akibat penyakit ini seperti halnya adanya pembesaran hati, gangguan ginjal dan juga empedu.
Dalam penegakan diagnosa penyakit kanker darah (leukimia) ini medis / dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa leukimia. Gejala dan tanda akan dikenali dan juga akan memeriksa peradangan hati, limpa, atau kelenjar getah bening di pangkal paha, ketiak dan leher yang menjadikan ciri khas kanker darah.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya yaitu :
  1. Pemeriksaan Laboratorium Darah. Karena berhubungan erat dengan kelainan sel darah khususnya adalah darah putih maka akan dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa sel-sel leukemia dalam darah. Bisa melakukan tes darah lainnya untuk bisa menilai adanya gen spesifik yang berhubungan dengan leukemia.
  2. Biopsi sumsum tulang. Pembentukan sel-sel darah adalah dalam sumsum tulang maka dalam hal ini pemeriksaan tulang sumsum dengan penghapusan cair dan sepotong kecil tulang untuk menguji sel-sel kanker Jika biopsi menunjukkan sel-sel leukemia, tes tambahan mungkin diperintahkan untuk menentukan penyakit ini telah menyebar dan apa sistem yang terpengaruh.
  3. Bone Marrow Aspirasi. Pemeriksaan penunjang dengan melakukan penghapusan sampel cairan sumsum tulang untuk menguji sel-sel kanker.
Pengobatan leukimia ini biasanya dilakukan dengan cara :
  1. Melakukan Khemotherapi. Kemoterapi adalah pengobatan yang biasanya dilakukan untuk semua jenis kanker, termasuk kanker darah pada anak ini.
  2. Transplantasi sumsum tulang belakang. Karena sumsum tulang belakang ini adalah sumber timbulnya penyakit leukimia anak. Untuk mengenai transplantasi sahabat bisa membaca kisah yang sungguh banyak memberikan pelajaran yang berharga dalam suatu proses transplantasi di sahabat Denaihati.com dalam cerita bersambungnya mengenai transplantasi hati. Bila merunut cerita penuh ibrah di atas akan banyak memberikan kita pelajaran berharga dan penuh hikmah mengambarkan kasih sayang orang tua dan pengorbanannya dalam usaha dan ikhtiarnya serta tentunya doa yang tidak putus-putus kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan kanker hati yang sedang terjadi pada anaknya.
  3. Pemberian obat-obatan yang berupa injeksi (suntikan) atau pun bentuk obat oral (tablet) dalam rangka untuk bisa membantu menghentikan produksi sel darah putih yang abnormal dalam tubuh.
  4. Melakukan tranfusi darah. Transfusi darah ini biasanya dalam bentuk transfusi darah merah dan juga trombosit.

Hepatitis Pada Anak

Penyakit Hepatitis Pada Anak - Penyakit yang terjadi pada organ hati yang disebut dengan hepatitis merupakan penyakit serius yang bisa berakibat fatal bagi orang dewasa maupun pada anak-anak bahkan pada bayi sekalipun. Kita pernah sedikit membahas mengenai penyakit hepatitis dan yang dimaksud dengan pengertian penyakit hepatitis adalah merupakan penyakit peradangan pada sel yang menyerang hati. Dan disebabkan oleh virus hepatitis. Gejala tanda penyakit hepatitis bisa pula terlihat semenjak dari bayi setelah melahirkan dan juga pada balita.

Hepatitis pada anak atau pada usia bayi, penyakit hepatitis ini lebih banyak muncul di awal-awal usia bayi (sekitar 2 bulan). Para ahli meyakini bahwa 80% kasus bayi hepatitis dialibatkan oleh adanya infeksi virus pada proses persalinan maupun pasca melahirkan. Pencegahan yang paling umum yang kita kenal adalah dengan melakukan imunisasi hepatitis.

Penyakit Hepatitis Anak

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof Bambang Permono dr SpA(K) dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwasannya penyakit hepatitis dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi bayi dan anak. Contoh dari dampak efek negatif virus hepatitis ini misalnya adalah gangguan otak yang mengakibatkan kemunduran mental dan cerebral palsy (lumpuh otak), bisa menyebabkan kerusakan permanen sel hati, dan juga timbulnya sirosis hati (hilangnya fungsi sel-sel hati karena adanya jaringan parut). Sebanyak dari 80% bayi penderita hepatitis biasanya dapat sembuh secara total, dan 20% sisanya akan bisa berpotensi menjadi kronis dan sirosis.

Peran orang tua sangat penting pula untuk bisa mengenali akan ciri tanda hepatitis anak bayi. Salah satu gejala hepatitis pada anak adalah kondisi anak terlalu tinggi bilirubin dalam darah bayi (zat racun yang dihasilkan oleh hati). Gejala tersebut terlihat dari tampilan fisik warna kuning pada kulit dan bagin bola mata bayi, urin berwarna gelap, dan faeces berwarna pucat.

Tanda gejala hepatitis anak dapat pula kita kenali dengan anak bisa langsung mendadak lemah dan berat badan tidak bertambah bahkan cenderung menurun. Kondisi ini karena biasanya anak dengan hepatitis kehilangan nafsu makan, sehingga anak akan kekurangan nutrisi dan juga energi.

Pengobatan penyembuhan hepatitis ini dengan pemberian obat-obatan simtomatik (obat yang digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit). Tidak ada obat-obatan yang khusus dapat membasmi virusnya. Selanjutnya adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara banyak istirahat serta dengan makan makanan yang penuh gizi.

Hepatitis anak dan bayi erat pula hubungannya dengan kesehatan ibu anak dan terutama pada seorang ibu yang mengandungnya. Untuk itu bagi ibu hamil yang positif terinfeksi virus hepatitis, hendaklah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Sehingga tenaga kesehatan Dokter akan bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dan pertolongan pertama agar sang bayi tidak tertular virus hepatitis dari sang ibu.

Cara mencegah dan pencegahan bayi dan anak agar tidak tertular hepatitis anak adalah dengan memberikan suntikan immunoglobulin pada bayi yang baru lahir, sebagai sebuah imunitas bagi sang bayi agar tidak tertular virus hepatitis dari ibunya. Memberikan imunisasi dan vaksinasi hepatitis setelah anak berumur 2 tahun dan hal ini diulang lagi setelah enam bulan sampai dengan enam bulan setelahnya.

Secara teori pemberian imunisasi vaksinasi hepatitis dalam satu pemberian belum bertahan cukup lama bila dibandingkan dengan pemberian 2 kali yang bisa bertahan hingga 20 tahun. Dalam dalam hal ini pemberian obat-obatan kepada anak perl juga dikonsultasikan kepada medis (dokter) dan juga sebagai orang tua perlu juga untuk menanyakan berbagai macam efek samping atas obat yang diresepkan kepada anak.

Selanjutnya trik cara dan tips agar kita bisa terhindar dan menghindari penyakit hepatitis ini adalah dengan :
  1. Melakukan pemberian imunisasi vaksin hepatitis secara rutin menurut petunjuk medis.
  2. Menjaga kesehatan dengan jalan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat.
  3. Memberikan makanan sehat dan mengandung nutrisi serta gizi yang cukup kepada anak-anak.
Demikianlah sahabat sedikit hal mengenai penyakit hepatitis pada anak dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat kepada kita semuanya dan juga yang perlu kita garisbawahi sebagai orang tua yang peduli kepada kesehatan anak adalah mewaspadai hepatitis ini pada buah hati kita dan tidak menganggap remeh terhadap semua jenis penyakit termasuk penyakit hepatitis ini. Dan pencegahan hepatitis adalah lebih baik tentunya daripada mengobatinya.

Kejang Demam

Kejang Demam Kesehatan buah hati kita adalah merupakan beberapa prioritas dalam kehidupan kita membina rumah tangga dan kesehatan anak yang baik akan membantu anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai dengan umur dan juga tahapan tumbang anak yang normal. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai kejang demam pada anak dan semoga bisa berguna sahabat semuanya.

Kejang demam terjadi sekitar 2-4 % populasi anak umur 6 bulan sampai 5 tahun, paling sering pada usia 17 sampai dengan 23 tahun. Sebagian besar kejang demam ini tidak menimbulkan komplikasi berat namun merupakan trauma bag para orang tua. Sebagai orang tua tentunya kita perlu mewaspadai serangan ulang kejang demam ini dan juga mengetahui faktor penyebab terjadinya demam. Dalam masyarakat umum kita mengenal akan istilah kejang demam dengan step.

Tidak semua orang tua mendapatkan informasi yang mencukupi mengenai hal ini. Pada penelitian Parmar dkk di India ternyata 77,9% orang tua dari anak yang pernah mengalami kejang demam, tidak mengetahui yang cukup mengenai penyakit anaknya. Demikian tulisan Dr. Bimosekti Wiroreno Sp.A dalam sebuah artikelnya mengenai hal ini.

Kejang Demam Anak, ciri tanda kejang demam

Pengertian kejang demam menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendefinisikan bahwa kejang demam adalah kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh di atas 38 derajat C dengan pengukuran melalui dubur dan disebabkan oleh suatu proses di luar susunan sayaraf pusat. Ada dua jenis klasifikasi kejang demam ini yaitu kejang demam sederhana (Simple febrile seizure) dan kejang demam kompleks (complex febrile seizure).

Tanda ciri demam kejang sederhana diantaranya yaitu :
  1. Sebanyak 80-90% kasus kejang sederhana ini adalah merupakan kejang demam sederhana yang berlangsung singkat.
  2. Serangan kejang berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit.
  3. Tidak ada gerakan fokal.
  4. Tidak berulang dalam waktu 24 jam.
Tanda gejala kejang demam kompleks diantaranya yaitu :
  1. Kejang berlangsung lama lebih dari 15 menit.
  2. Terjadi kejang fokal atau parsial satu sisi atau pun kejang umum didahului kejang parsial.
  3. Kejang berulang 2 kali atau lebih dalam 24 jam.
Faktor penyebab kejang demam antara lain adalah derajat demam, umur, dan genetik. Pengobatan dan perawatan kejang demam perlu pula kita lakukan agar serangan kejang berulang tidak terjadi dan komplikasi kejang demam ini tidak terjadi. Komplikasi yang bisa terjadi adalah kejang berulang, epilepsi, penurunan IQ, dan gangguan neurologis. Pengobatan pada kejang dengan melakukan tatalaksana pengobatan kejang secara umum, penanganan setelah aktifitas berhenti dan mengobati infeksi penyebab demam.

Untuk sahabat-sahabat pula mohon bantuan dan dukungannya untuk turut serta mengeklik G+1 pada postingan iPhone 5 Gadget Impian yang diikutsertakan pada suatu kontes yang saya ikuti. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat semuanya. Semoga kebaikan sahabat-sahabat akan mendapat balasan yang lebih baik lagi aamiin..aamiin.

Penyebab Anak Nakal

Penyebab Anak Nakal Setiap orang tua tentunya menginginkan yang terbaik bagi putra-putrinya baik itu dalam bidang kesehatan, dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, dalam masa pendidikannya termasuk dalam hal mencegah anak menjadi anak. Fenomena anak nakal sekarang ini memang seringkali menghiasi media massa baik media massa elektronik, online atau pun surat kabar. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba share sedikit mengenai penyebab anak menjadi nakal dan juga penyebab anak bandel dan cara mengetasinya dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Prioritas orang tua dalam hal Kesehatan Anak akan selalu didahulukan termasuk dalam masa pertumbuhan perkembangan anak itu sendiri. Karena masa tumbang anak adalah masa emas dalam hal membentuk karakter dan kepribadian seorang anak. Masa sekarang ini banyak pula orang tua seringkali datang kepada psikolog dengan keluhan bahwa anak mereka nakal dan sering membuat masalah. Kenakalan anak yang cukup sering dilaporkan adalah kebiasaan suka memukul, sering berteriak, senang membantah atau beradu argumen jika dinasehati, sering berkelahi atau berbuat kasar pada teman, sering mengeluarkan kata-kata kasar dan lain sebagainya. Pertanyaan yang seringkali muncul dari para orang tua adalah, "MENGAPA ANAK SAYA BISA TUMBUH MENJADI ANAK YANG NAKAL?"

Penyebab Anak Nakal Dan Bandel

Penyebab anak menjadi nakal bisa dari beberapa faktor baik itu dari faktor keluarga itu sendiri atau pun faktor lingkungan. Kedua faktor tersebut yang paling banyak bisa menimbulkan kenakalan anak dan remaja dan ini harus diwaspadai oleh para orang tua.

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan kenakalan pada anak dan diantaranya yaitu :
  1. Pengaruh Pendidikan Orang Tua Yang Buruk. Akhlaq anak adalah biasanya adalah cerminan bagaimana akhlaq kedua orang tuanya. Untuk itu sebagai orang tua yang baik tentunya menanamkan pendidikan agama dan pendidikan islami adalah hal terpenting yang perlu diberikan kepada seorang anak semenjak dini. Dengan kita menanamkan budi pekerti yang baik dan pengetahuan islami yang cukup kepada anak-anak kita bisa merupakan salah satu cara mengatasi anak nakal dan bandel sehingga ini bisa dilakukan sebagai cara preventif pencegahan anak menjadi anak yang bandel serta juga nakal yang tidak bisa dikendalikan. Semoga kita terhindar dari anak-anak yang nakal dan tidak menghormati kepada orang tuanya aamiin...aamiin.
  2. Pengaruh Lingkungan Terhadap Anak. Satu hal yang tidak boleh kita kesampingkan dalam rangka mendidik anak putra-putri kita adalah lingkungan yang baik. Karena pengaruh lingkungan yang buruk serta pergaulan anak yang salah akan bisa membawa anak-anak kita ke jalan yang salah serta sesat. Dalam pandangan agama Rasulullah mengingatkan akan dampak dari teman pergaulan dalam salah satu hadistnya yaitu :"Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi). Maka, penjual minyak wangi bisa jadi memberimu minyak wangi atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi), bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya." (HR. Bukhari no. 5214, dan Muslim no. 2628 )
  3. Sumber pengetahuan Yang Didapat. Maksudnya dalam hal ini adalah sumber bacaan dan juga sumber tontonan anak-anak kita. Kita mengetahui bahwasannya sifat alamiah anak adalah meniru dan anak bisa dikatakan sebagai peniru ulung. Anak-anak mempunyai jiwa yang masih polos, sehingga sangat mudah untuk bisa terpengaruh dan mengikuti apa pun yang dilihat dan didengarnya dari sumber bacaan atau berbagai tontonan. Apalagi, memang kebiasan meniru dan mengikuti orang lain merupakan salah satu watak bawaan manusia sejak lahir. Lantas bagaimana kalau anak-anak kita mendapatkan bacaan dan tontonan yang tidak baik bahkan jauh dari hal-hal yang positif. tentunya hal ini akan semakin mempermudah anak menjadi sesuatu yang tidak kita harapkan bukan ?
Untuk itu sahabat-sahabat semuanya kita harus bisa menanamkan pengetahuan agama yang baik kepada buah hati kita serta juga pendidikan yang baik serta satu hal juga contoh yang baik dari kita sebagai orang tua karena hal tersebut bisa mencegah kenakalan anak remaja. Lalu bagaimana cara mengatasi anak nakal dan pendidikan yang baik dari orang tua agar anak-anak kita tidak menjadi nakal akan kita posting dalam suatu postingan khusus mengenai hal itu. Semoga artikel penyebab anak nakal ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat bagi saya dan juga sahabat-sahabat semuanya.

Penyebab Bayi Menangis

Penyebab Bayi Menangis - Penyebab Bayi Menangis Beberapa bayi dan anak akan menangis dan dengan tangisan yang keras dan biasanya pula kita para orang tua akan memerlukan waktu untuk bisa menenangkan dan juga mendiamkan tangisan bayi kita. Dan kebanyakan orang tua ataupun orang tua mengertikan bahwasannya tangisan seorang bayi dan anak adalah karena ada masalah dalam hal menyusui atau pun sejenisnya. Kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai hal yang menjadi penyebab anak bayi menangis dan juga beberapa cara tips mengatasi bayi menangis dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manafaat.

Pada dasar dan prinsipnya, bahwasannya bayi ini menangis adalah merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa bayi dan juga cara bayi untuk meminta perlindungan dari diri ibu dan juga para orang tuanya dan menangis ini adalah cara si kecil berkomunikasi yang paling mudah dilakukan sang bayi dengan sang ibu.

Penyebab Bayi Menangis

Bila bayi menangis tanpa bisa dihibur, khususnya bila berlangsung lama maka pikiran pertama kita para orang tua dan para ibu tentunya ada sesuatu yang 'sedang terjadi' pada bayi dan hal tersebut membuatnya tidak nyaman. Rasa kolik (sakit) bisa juga salah satu penyebab bayi menangis. Beberapa pakar dalam bidang kesehatan juga berpendapat bahwasannya tangisan bayi ini merupakan salah satu tanda adanya angin di perut dan menyebabkan kembung dan rasa tidak sakit dan tidak nyaman. Dan bila memang hal ini berkelanjutan akan lebih baik bila segera diperiksakan kepada medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lengkap.

Bila bayi kita menangis, maka berikut adalah beberapa penyebab bayi menangis :
  1. Bayi menangis bisa disebabkan karena dia merasa lapar. Rasa lapar adalah alasan yang paling umum dan lazim yang menyebabkan bayi akan menangis. Bila karena hal ini maka cara untuk mengatasi tangisan bayi adalah dengan memberikan ASI.
  2. Bayi menangis juga bisa disebabkan karena haus. Rasa haus dan lapar pada bayi akan bisa menjadi penyebab bayi rewel serta juga menangis. Dan tentunya hal ini tidak berbeda arti dari penyebab yang pertama tadi dalam hal mengatasinya.
  3. Yang selanjutnya dalam hal mengkaji mengapa bayi sering menangis tersebut adalah apakah ada suatu kondisi yang menyebabkan bayi merasa kepanasan atau pun kedinginan. Karena rasa kurang nyaman yang disebabkan rasa kedinginan atau pun kepanasan ini membuat bayi rewel serta menangis. Maka yang seharusnya dilakukan adalah dengan cara memeriksa dadanya, apakah ada rasa hangat, tidak panas, lembab berkeringat atau pun dingin.
  4. Bila bayi, anak menangis serta rewel apakah bayi atau anak merasa kecapaian atau pun masih belum bisa tidur beristirahat seperti biasanya. Cara menenangkan bayi menangis karena ini adalah dengan cara cobalah untuk menimang bayi dan ayun di tangan ibu atau ayah atau bila mempunyai kereta dorong bisa menggunakan kereta dorong tersebut. Dan di malam hari, sang bayi anak tidur bersama ibu ayah akan bisa dapat menenangkan hampir semua bayi.
  5. Bayi terganggu dengan suara berisik dan juga percakapan orang akan bisa juga menyebabkan bayi akan menangis. Untuk hal ini cara memenangkan bayi menangis adalah dengan membawa sang bayi ke kamar yang lebih tenang dan nyaman tanpa suara berisik.
  6. Bayi dan anak menangis juga bisa disebabkan karena kesakitan dan tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini bisa didapatkan sang bayi bila baju yang dikenakannya terlalu ketat di pinggang, leher dan juga pergelangan kaki. Bayi dengan ruam popok juga akan menangis bila popoknya telah basah atau pun kotor.
Demikian beberapa hal yang bisa menjadi faktor mengapa bayi anak menangis dan hal-hal yang menyebabkan seorang anak bisa menangis. Tentunya sebagai orang tua kita harus mempunyai kiat tips agar bayi tidak menangis dan rewel. Biasanya hal tersebut kita dapatkan dengan pengalaman-pengalaman sendiri selama dalam menjaga, merawat dan membesarkan anak-anak kita. Kiat serta tips agar bayi tidak rewel pun berbeda antara satu orang tua dengan orang tua yang lain.