Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan

Adab Islami Menjenguk Orang Sakit

Adab-adab Islami begitu indah dan banyak manfaat keutamaan di balik adab yang telah Allah ajarkan melalui Rasulullah SAW dan Al-Qur'an. Termasuk di dalamnya adalah adab menjenguk orang sakit. Tidak dapat dipungkiri bahwasannya sehat dan sakit tentunya akan bisa terjadi pada diri setiap manusia demikian pula dengan Nabi Rasulullah shallallahu a'alaihi wa sallam yang juga mengalami sakit sebelum beliau meninggal dunia.

Menjenguk saudara, keluarga, menengok tetangga yang sakit dan terbaring di Rumah Sakit adalah bagian dari kehidupan kita sebagai manusia dan makhluk sosial yang tidak terlepaskan. Untuk itulah Islam juga mengajarkan bagaimana etika menengok orang sakit yang dijabarkan begitu indah dalam ajaran dan tuntunannya. Dan juga beberapa sunnah ketika menengok orang sakit yang kita sebagai umat Islam harus bisa mengamalkannya.

Mengunjungi, menjenguk dan membesuk orang sakit merupakan kewajiban kita juga sebagai seorang muslim terhadap saudaranya muslim lainnya serta juga hak-hak orang Islam. Di dalam ajaran Islam, menjenguk orang sakit adalah di antara amal saleh yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta'ala, kepada ampunan, rahmat, serta juga surgaNya.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Berikut adalah dalil mengenai hak orang muslim terhadap muslim lainnya dari hadist Abu Hurairah radhiyallahu �anhu yang terdapat dalam sebuah hadist riwayat Muslim no 2162 :
"Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada enam.� Kemudian ditanyakan, �Apa saja itu wahai Rasulullah?� Beliau menjawab, "Jika bertemu ucapkanlah salam, jika diundang maka penuhilah, jika dimintai nasehat maka berilah nasehat, jika bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, jika sakit maka jenguklah dan jika meninggal maka ikutilah penguburannya."
Ada beberapa adab etika menengok orang sakit yaitu diantaranya :
  1. Meniatkan ketika menengok orang yang dalam keadaan kurang sehat untuk meniatkan amalan tersebut karena Allah subhanahu wa ta�ala dan meneladani baginda Rasul shallallahu �alaihi wa sallam, untuk bersilaturahmi dan bukan atas dasar tujuan duniawi semata.
  2. Menghibur orang sakit dan memberikan semangat dan motivasi untuk bersabar dan bersemangat untuk segera sembuh atas ijin Allah. Menghibur orang sakit dengan menggambarkan akan banyaknya hikmah sakit dalam Islam dan. Ini adalah merupakan bagian dari tuntunan Islam menengok orang sakit yang harus kita jalani.
  3. Berdoa untuk kesembuhan pasien sendiri. Ada banyak doa untuk orang sakit dalam Islam dan yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam. Ini adalah bagian dari sunnah Rasulullah ketika mengunjungi dan menengok orang sakit.
  4. Berkunjung dalam waktu kunjungan pasien yang telah diatur oleh masing-masing instansi atau pun rumah sakit tempat pasien dirawat dan diberikan pengobatan. Jangan mengunjungi dalam jam waktu istirahat karena hal tersebut justru akan mengganggu pasien sendiri. Karena pasien juga memiliki hak dan kewajiban pasien yang harus dipenuhi pula. termasuk dalam hal jam kunjung.
Selain dari beberapa etika dalam mengunjungi dan menengok orang yang sedang sakit ada juga beberapa hikmah keutamaan menjenguk orang sakit itu sendiri yang dalam Islam juga mengajarkan akan hal tersebut.

Diantara keutamaan menjenguk orang sakit adalah :
  • Mendapatkan doa dari para malaikat. Berikut adalah dalil dari hal ini yaitu :"Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Syaikh al-Albani berkata: Hadis sahih).
  • Mendapatkan banyak kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya :"Barangsiapa yang menjenguk orang yang sakit, maka orang itu senantiasa berada dlm khurfah surga." Beliau ditanya, �Apa itu khurfah surga wahai Rasulullah?� Beliau menjawab, �Kebun yang penuh dgn buah-buahan yang dapat dipetiknya.�.
  • Mengunjungi orang sakit adalah salah satu menuju jalan ke surga seperti yang terdapat dalam sebuah hadist yang artinya sebagai berikut :"Barangsiapa yang membesuk orang sakit atau saudaranya karena Allah, niscaya ada penyeru yang berseru, �Kamu sungguh baik, dan sungguh baik perjalananmu, dan kamu telah menempatkan diri di suatu tempat di surga.� (HR Muslim)
Demikian tadi beberapa hal yang berkaitan adab dalam mengunjungi dan menengok orang sakit yang diajarkan dalam Islam. Dan juga beberapa doa bagi orang sakit yang bisa kita jadikan sunnah dalam hal ini.

Diantara doa yang disunnahkan oleh Rasulullah ketika mengunjungi orang sakit adalah seperti yang terdapat dalam sebuah hadist yang berbunyi :
"Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi." ( HR. Bukhari Muslim)

Pendidikan Untuk Anak

Pendidikan usia dini sekarang menjadi perhatian para orang tua yang menginginkan keberhasilan dan kesuksesan anak-anaknya dalam menjalani kehidupannya nanti ketika telah dewasa. Karena dengan menanamkan pentingnya pendidikan usia dini akan membawa anak terbiasa dalam sebuah lingkungan suasana belajar dan pembelajaran. Dan pendidikan untuk anak ini tidak hanya terbatas kepada pendidikan duniawinya saja karena pendidikan agama juga sangat penting bagi seorang anak.

Pendidikan agama untuk anak adalah juga modal utama seorang anak dalam menempuh kehidupannya kelak. Karena bila hanya bermodalkan kepandaian saja tanpa dibekali akan ilmu agama maka hal ini akan bisa berakibat tidak baik bagi kehidupan dunia dan juga akhiratnya kelak. Maka harus berimbang antara pendidikan akhlak agama dan juga pendidikan formal bagi anak. Dan faktor lingkungan dan kehidupan keluarga memegang peranan penting dalam hal ini.

Pendidikan Untuk Anak

Yang perlu kita jadikan patokan dalam tips cara mendidik anak secara islami dan juga dalam kerangka landasan menentukan tujuan pendidikan anak adalah usaha mencari keridhaan Allah dan usaha untuk mendapatkan surga-Nya, serta mencari keselamatan dari siksa api neraka, serta mengharap pahala dan balasan-Nya. Dan keberhasilan dalam kehidupan dunia seorang anak yang dilandasi pengetahuan agama yang baik akan menjadikan anak-anak kita lebih bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan hidup dan menyadari bahwa kita adalah makhlukNya yang sangat lemah dan selalu membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah Ta'ala.

Kewajiban mendidik anak dalam Islam adalah menekankan kewajiban tersebut dengan pendidikan yang bersumber dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta�ala dan Rasul-Nya. salah satu contohnya adalah bagaimana cara kita untuk mendidik mengajarkan anak sholat. Berkenaan dengan hal ini Allah telah berfirman yang artinya :"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. at-Tahriim : 6).
Mengenai hal ini seorang ulama bernama Syaikh Abdurrahman as-Sa�di berkata : "Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya".
Inilah yang merupakan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya yang sesungguhnya. Dan juga merupakan bagian dari metoda tips mendidik anak kita.

Sedangkan arti dan tujuan pendidikan anak usia dini secara keduniawian adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa nanti dan juga dalam rangka membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di dalam tiap jenjang pendidikan sekolah yang akan dilaluinya nanti. Dan jangan pula melupakan akan mendidik anak sejak dalam kandungan juga penting demi keberhasilan dan kesuksesan dalam mendidik anak.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan faktor keberhasilan mendidik anak serta penyebab kegagalan dalam proses mendidik anak yaitu diantaranya :
  1. Kepedulian dan kesabaran orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
  2. Materi pendidikan itu sendiri yang harus selalu disesuaikan dengan tahap usia serta peertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri.
  3. Kesiapan seorang anak dalam menerima pendidikan, serta mengetahui dan memahami akan berbabagi kelebihan atau pun kekurangan yang ada pada diri sang anak.
  4. Hambatan dan rintangan dalam proses pendidikan anak.
Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan cara mendidik anak dalam islam dan juga metoda pendidikan bagi anak yang akan juga menentukan keberhasilan seorang anak di masa mendatang. Karena banyak pula kesulitan kehidupan yang akan menghadang anak-anak kita di kehidupan masa mendatangnya. Semoga anak-anak kita selalu dalam Lindungan Allah aamiin.
"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Adab Berhubungan Suami Istri

Berhubungan intim dalam perspektif pandangan Islam antara suami istri adalah merupakan bagian dari ibadah bila diniatkan untuk beribadah dan juga melanjutkan keturunan dan sebagai cara yang halal dalam melampiaskan hasrat biologis insani bagi setiap manusia. Karena itulah pentingnya hubungan suami istri sesuai dengan adab islami perlu diketahui oleh para suami maupun para istri agar kelanggengan hubungan dan keharmonisan dalam sebuah rumah tangga bisa dicapai.

Dan melalui hubungan suami istri atau dikenal dengan hubungan intim atau pun jima' yang halal dan barokah adalah juga berpahala sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan dalam sebuah hadist berkaitan dengan hubungan intim suami istri dalam Islam yang artinya : "Dalam kemaluanmu itu ada sedekah." Sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?." Rasulullah menjawab, "Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala." (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah).

Itu adalah dalil bahwasannya adab berhubungan intim suami istri dalam Islam akan bisa membawakan pahala dan dianggap sebagai suatu ibadah yang di ridhoi Allah Ta'ala selama masih dalam koridor islami. Dan berhubungan seperti ini yaitu hubungan seks sesuai Islam adalah sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunah Rasulullah Sahallallahu 'alaihi wa sallam.

Adab Islami Berhubungan Intim Suami Istri

Tujuan hubungan intim suami istri menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi) menurut sunnah Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :
  1. Memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia.
  2. Mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya.
  3. Meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah. Dan juga merupakan bentuk dan bagian dari cara mensyukuri nikmat sehat.
Menikah adalah syarat mutlak untuk dapat melakukan hubungan intim secara Islam, menikah juga harus sesuai syarat dan rukunnya agar sah menurut islam. Dan menikah pun adalah bagian dari sunnah menikah Rasulullah. Karena dalam sebuah pernikahan ada banyak keutamaan dan hikmah dibaliknya disyariatkannya menikah dalam Islam.

Diantara keutaman hikmah pernikahan adalah bahwa menikah sangat dianjurkan Allah dan Rasullullah SAW, menikah akan mendapatkan hak untuk ditolong Allah, dapat memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, menambah keluhuran/ kehormatan dan dan merupakan suatu jalan mengalahkan setan dan kawan-kawan karena orang yang menikah telah berubah menjadi orang yang penuh dengan pahala dan jika beribadah pun akan berlipat �lipat pahalanya dibandingkan ibadahnya saat membujang. Dan bisa mencegah juga dari berbagai jenis penyakit seperti halnya penyakit hiv/aids.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani hubungan intim dalam Islam serta juga beberapa adab hubungan suami istri menurut Islam yaitu diantaranya :

Berdoa.
Sunnah Islam dalam hubungan suami istri adalah dengan berdoa. Dan doa ini sendiri pada hakekaktnya adalah memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima Dan doa sebelum berhubungan intim adalah dengan doa yaitu :" Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa". Yang artinya :"Dengan nama All�h. Ya All�h, hindarkanlah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.

Dalil doa sebelum berhubungan intim suami istri ini adalah berasarkan hadist Rasulullah SAW yang artinya :" Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: �Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami". Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591). Dan hal ini juga nantinya merupakan salah satu cara mendidik anak dalam kandungan setelah proses hubungan tersebut membuahkan kehamilan pada akhirnya.

Dilakukan Di Tempat Tertutup.
Karena memang jima adalah hubungan yang sangat pribadi untuk itulah tidak boleh dilakukan di tempat terbuka yang kemungkinan bisa dilihat atau pun diakses secara bebas oleh siapapun. Termasuk oleh anak-anak kita. Karena itulah dalam Islam seorang anak juga diharapkan mempunyai kamar sendiri dan dipisahkan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Ini juga sama seperti adab dan sunnah hubungan intim seperti halnya menggunakan selimut sebagai penutup saat bersetubuh suami istri. Dari �Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima�), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah).

Romantis Dan Melakukan Cumbu Rayu Terhadap Pasangan.
Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti halnya ucapan yang romantis, ciuman dan cumbu rayu. Rasulullah Shallallahu �Alaihi Wasallam bersabda yang artinya : "Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu." (HR. At-Tirmidzi). Selain ciuman dan rayuan, unsur penting lain dalam pemanasan sebelum pelaksanaan hubungan suami istri adalah sentuhan mesra. Bagi pasangan suami istri, seluruh bagian tubuh adalah obyek yang halal untuk disentuh, termasuk kemaluan. Terlebih jika dimaksudkan sebagai penyemangat jima�. Demikian Ibnu Taymiyyah berpendapat.

Berpakaian Dan Berdandan Yang Disukai Suami / Isteri Sebelum Jima�
Seorang isteri sebaiknya berdandan dan memakai pakaian yang disukai suami untuk menyenangkan dan memudahkan suami berjima�. Ini merupakan adab islami hubungan intim suami isri yaitu berpakaian seksi dikamar tidur dimana hanya suami atau isteri yang melihatnya diperbolehkan dalam islam karena dapat meningkatkan kualitas hubungan suami isteri. Hal ini juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan parfum oleh perempuan sebelum jima di sunahkan karena akan lebih lebih meningkatkan gairah suami isteri sehingga meningkatkan kualitas dalam berhubungan suami isteri. Hal ini didasarkan pada hadist berikut : "Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi).

Posisi Hubungan Intim.
Islam sendiri memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada pemeluknya untuk mencoba berbagai variasi posisi dalam berhubungan seks. Dan juga beberapa posisi yang merupakan trik cepat hamil pun bisa dilakukan. Satu-satunya ketentuan yang diatur syariat hanyalah, semua posisi seks itu tetap dilakukan pada satu jalan, yaitu farji (kemaluan). Bukan yang lainnya. Bukan pada dubur karena hal ini adalah haram. Dan hal ini adalah masuk dalam kategori posisi seks yang dilarang oleh agama kita.

Hikmah Aqiqah

Menjalankan ibadah bagi setiap muslim tentunya ada yang bersifat wajib serta sunnah. Dan menjalankan aqiqah adalah salah satu bentuk manifestasi dari keimanan itu sendiri. Demikian pula dengan pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Pengertian aqiqah dalam bahasa �Aqiqah berarti : "memotong". Asalnya dinamakan �Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa akikah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong.

Seperti yang pernah dibahas dalam Adab islami menyambut kelahiran anak sebelumnya bahwa asal akikah ini adalah rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut �aqiqah, karena ia mesti dicukur. Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi'i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli fiqih (fuqaha). Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa hukum aqiqah ini adalah wajib adalah menurut pendapat dari Imam Hasan Al-Bashri, Al-Laits Ibnu Sa'ad dan lainnya.

Hikmah Aqiqah

Hikmah aqiqah ini salah satunya adalah mengandung makna yang bersifat intrinsik sebagai sarana pendekatan (taqarrub) kepada Allah. Sementara di sisi lainnya akikah mengandung makna instrumental sebagai usaha pendidikan pribadi dan masyarakat ke arah komitmen atau pun pengikatan batin pada amal shaleh.

Jadi makna ibadah salah satunya adalah ibadah seorang hamba yang beriman dan hal tersebut akan memupuk serta menumbuhkan kesadaran akan tugas-tugas pribadi (hubungan hamba kepada Allah) dan tugas serta peran sosial (hubungan hamba dengan hamba lainnya). Untuk itu tujuan aqiqah tidak hanya terbatas pada "pesta makan" semata. Akan tetapi esensi dari ibadah akikah justru lebih luas daripada sekedar pengertian pesta makan.

Berikut adalah beberapa hikmah aqiqah seperti yang telah diulas oleh DR. Abdullah Nashih dalam sebuah buku beliau yang berjudul "Tarbiyatul fi Al Islam" yaitu :
  1. Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah Ta'ala di masa-masa awal seorang anak menghirup udara kehidupan. Dan inilah makna akikah itu sendiri.
  2. Merupakan tebusan bagi anak ari berbagai macam musibah, sebagaimana Allah telah telah menebus Ismail dengan hewan sembelihan yang besar.
  3. Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak di hari akherat ia akan dapat memberikan syafaat kepada orang tuanya. Jadi hal ini juga merupakan salah satu sebab syafaat anak kepada orang tuanya kelak di akherat di terima Allah.
  4. Merupakan salah satu media untuk menunjukkan rasa syukur atas keberhasilan syariat Islam (dalam hal ini syariat aqiqah) dan bertambahnya generasi mukmin.
  5. Mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat. Karena dalam pelaksaan aqiqah menurut Islam itu sendiri bisa menjadi wadah serta wahana bagi berlangsungnya komunikasi serta interaksi sosial yang sehat dalam sebuah masyarakat. Dan ini juga adalah salah satu dari manfaat aqiqah itu sendiri.
Demikian tadi beberapa hikmah di balik pensyariatan aqiqah ini bagi umat Islam. Dan tentunya masih banyak hikmah-hikmah akikah lainnya yang masih tersimpan dalam Rahasia Allah yang memang tak terhingga. Point pentingnya adalah bahwa segala ibadah termasuk di dalamnya adalah ibadah aqiqah ini sama sekali bukan untuk kepentingan Allah. Meskipun seluruh manusia di muka bumi ini tidak mau beribadah, Allah tidak akan berhenti menjadi Tuhan seru sekalian alam. Allah tidak membutuhkan apa-apa dari manusia dan Allah tidak membutuhkan daging hewan aqiqah itu sendiri.

Justru segala amalan ibadah semuanya itu manfaat serta kegunaannya adalah kembali kepada diri kita manusia itu sendiri sebagai hambaNya. Dan ini pula yang masuk dalam apa yang dimaksud akikah dalam Islam. Sudahkah anak-anak sahabat-sahabat semuanya telah diaqiqahi...?

Diambil dari Buku : Khitan dan Aqiqah Upaya Pembentukan Generasi Qur'ani karya Achmad Ma'ruf Asrori dan Suhei Ismail.

Cara Tayammum

Seringkali ketika melakukan perawatan pasien dengan gangguan kesehatan jantung di ruangan perawatan jantung kita melihat pasien-pasien yang membutuhkan perawatan intensif dan juga keadaan umumnya lemah maka tentunya akan mengalami kesulitan dalam menjalankan salah satu kewajiban seorang muslim yaitu menjalankan sholat dan juga berwudhu. Lalu bagaimana caranya seorang pasien bisa sholat dan berwudhu walaupun keadaannya masih sangat lemah.

Bila dalam keadaan sakit dan sakitnya akan bisa bertambah parah atau akan bisa membuat lama sembuh bila bersentuhan dengan air maka seseorang diperbolehkan untuk menggunakan cara bertayammum. Adapun dalil mengenai tayammum ini adalah firman Allah Ta'ala yang artinya :"Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu". (QS. Al Maidah: 6)

tata cara tayammum, cara tayammum menurut sunnah

Menurut Syariat yang dimaksud dengan pengertian tayammum adalah tata cara bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dan tangan, menggunakan sho�id bersih. Sho'id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum, baik yang mengandung tanah atau debu maupun yang tidak. Itu adalah merupakan definisi dari tayammum.

Tayammum seperti yang tercantum di atas bahwa seluruh permukaan bumi yang bersih maka media yang bisa digunakan untuk bertayammum adalah bisa berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab atau pun kering. Dan tayamum adalah pengganti dari wudhu dengan syarat-syarat tertentu.

Ada beberapa keadaan yang memperbolehkan tayammum bagi seorang muslim dan keadaan tersebut menurut Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah diantaranya yaitu :
  1. Jika tidak mendapati air baik itu ketika dalam sebuah perjalanan atau syafar atau pun tidak dalam keadaan bepergian.
  2. Terdapat air tetapi dalam jumlah yang terbatas, disamping itu ada kebutuhan lain yang memerlukan air pula seperti halnya untuk memasak atau pun untuk minum.
  3. Orang sakit yang khawatir bila berwudhu menggunakan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit yang dideritanya.
  4. Ketidakmampuan dalam menggunakan air untuk berwudhu dan bersuci dikarenakan sakit dan juga kelemahan tubuh untuk mengambil air wudhu atau pun tidak orang yang membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habis masa waktu sholat.
  5. Khawatir kedinginan jika berwudhu dengan menggunakan air dan tidak ada yang dapat dipergunakan untuk menghangatkan air tersebut.
Berikut adalah tata cara tayammum menurut sunnah Rasulullah adalah sebagai berikut :
  1. Berniat.
  2. Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali kemudian meniupnya.
  3. Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  4. Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  5. Semua usapan dilakukan sekali.
  6. Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja.
Tuntunan tayammum berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut dia atas berdasarkan akan hadits yang berbunyi :"Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam. Lantas beliau mengatakan, �Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini�. Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya." (HR. Bukhari no. 347 dan Muslim no. 368).

Selain kita mengetahui adab cara bertayammum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kita juga perlu mengetahui akan beberapa hal yang dapat membatalkan akan tayamum ini. Beberapa penyebab pembatal tayammum adalah :
  • Semua hal yang menjadikan batal wudhu juga merupakan hal yang menjadi pembatal tayammum pula.
  • Menemukan air bila penyebab kita bertayammum adalah karena tidak ada air.
  • Mampu menggunakan air bila penyebab tayammum adalah karena tidak bisa dalam menggunakan air tersebut.
Demikian beberapa tuntunan, adab dan cara tayammum yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaii wa sallam dan hal ini pula yang mengajarkan kepada kita semua walau dalam keadaan apapun termasuk sakit maka kita tetap diwajibkan menjalankan sholat dan juga bersuci dan berwudhu walau ada bentuk keringanan di dalamnya dengan memenuhi syarat dan kaidah tertentu pula.